
Perjuangan Javier Hein Gavriel Kaligis untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus 8-13 September tidak mudah. Peserta Kelompok Usia (KU) 11 tahun dengan nomor peserta 1273 itu sempat terkatung-katung selama 12 jam di bandara akibat penerbangannya dari Manado menuju Jakarta dibatalkan.
Javier seharusnya berangkat dari Manado menuju Jakarta pada Minggu (6/9) pukul 06.00 WITA. Namun, penerbangannya dibatalkan akibat erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada aktivitas penerbangan.
Meski sempat tanpa kepastian selama berjam-jam, Javier bersama rombongan tetap berusaha mencari alternatif penerbangan agar dapat tiba di Kudus dan mengikuti audisi.
“Saya sempat terlantar di bandara karena penerbangan Minggu pagi ke Jakarta dibatalkan. Namun, saya dan rombongan masih berharap bisa berangkat. Setelah lama menunggu, akhirnya kami bisa berangkat dan pesawatnya jadi ke Surabaya. Meskipun terbang pukul 18.00, saya senang karena bisa datang ke Kudus untuk mengikuti audisi,” ujar Javier.
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus menjadi kesempatan ketiga bagi Javier untuk mewujudkan mimpinya menjadi atlet bulu tangkis. Sebelumnya, ia pernah mengikuti audisi di Kudus pada tahun lalu dan kembali mencoba peruntungan pada Audisi Umum di Makassar tahun ini. Namun, dua kesempatan tersebut belum membuahkan hasil.
“Ini audisi ketiga kalinya buat saya. Pertama kali tahun lalu di Kudus dan kedua kalinya di Makassar tahun ini. Dua kali gagal, tetapi saya tidak menyerah. Saya yakin di Kudus kali ini saya bisa lolos ke karantina karena persiapan saya sudah bagus,” ungkap Javier.
Javier datang ke Kudus didampingi sang ibu, Febry Matulo. Menurut Febry, keinginan putranya untuk menjadi atlet bulu tangkis semakin besar sejak mengenal olahraga tepok bulu tersebut.
“Keinginan Javier untuk menjadi atlet bulu tangkis sangat tinggi. Awalnya memang kami yang mengenalkan bulu tangkis kepada dia karena saya dan papanya memang senang bermain bulu tangkis. Namun, makin lama Javier makin berminat untuk menekuni bulu tangkis. Tentunya kami dukung penuh,” kata Febry.
“Kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan berharap cita-citanya menjadi pebulutangkis hebat lewat PB Djarum bisa tercapai,” imbuhnya.
Semangat Javier juga mendapat apresiasi dari sang pelatih, Marcelino. Ia menyebut Javier merupakan anak yang memiliki motivasi tinggi dan selalu berusaha menjalankan setiap program latihan yang diberikan.
“Semangat Javier saat latihan sangat tinggi. Diberi program apa pun dia pasti ikuti. Sebelum ke Kudus ini apalagi, Javier sangat berambisi untuk bisa mengejar mimpinya menjadi atlet PB Djarum,” ujar Marcelino.
“Semoga kali ini waktunya Javier bisa menjadi atlet PB Djarum,” pungkasnya. (AH)
