
Banyak cara dilakukan seorang atlet muda demi mengejar mimpi menjadi bagian dari PB Djarum. Salah satunya dilakukan peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 asal Bandung, Muhammad Ramdani Mubarok.
Peserta KU12 putra dari PB Victory Bandung dengan nomor peserta 0365 itu kembali mencoba peruntungannya di Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus. Meski telah tiga kali mengalami kegagalan pada Audisi Umum PB Djarum 2023, 2024, dan 2025 di Kudus, semangat pantang menyerah Ramdani justru semakin membara.
Pada tahap turnamen yang berlangsung Jumat (11/9), Ramdani berhasil meraih kemenangan atas lawannya, Guti Hadrian Ajun Prasetyo dari PB Pandawa, dengan skor skor 21-3, 21-3.
“Tadi saya bermain cukup tenang dan alhamdulillah sejauh ini bisa mengatasi lawan-lawan tanpa kesulitan,” ujar Ramdani.
Menariknya, Ramdani datang ke Audisi Umum PB Djarum 2026 dengan persiapan yang jauh lebih matang. Berkaca dari pengalaman tahun lalu ketika harus gugur pada tahap akhir, yakni karantina, Ramdani tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.
Menurut Ramdani, salah satu faktor yang membuatnya gagal melaju pada audisi sebelumnya adalah postur tubuh yang dinilai tim PB Djarum belum memenuhi kriteria. Hal tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bagi Ramdani dan keluarganya agar dirinya dapat terus mengejar impian menjadi atlet PB Djarum.
Setibanya di kampung halaman, Bandung, Ramdani berdiskusi dengan kedua orang tuanya. Mereka kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter gizi guna mendapatkan arahan mengenai pola makan dan kebutuhan gizinya.
Sejak saat itu, Ramdani rutin berkonsultasi dengan dokter gizi sebulan sekali. Ia menjalani pola makan yang lebih sehat demi mencapai target pertumbuhan dan kondisi fisik yang lebih menunjang untuk usianya.
Usahanya pun mulai menunjukkan hasil. Dalam kurun waktu satu tahun, tinggi badan Ramdani yang sebelumnya kurang dari 140 sentimeter kini mencapai 142 sentimeter. Sementara itu, berat badannya meningkat dari 32 kilogram menjadi 42 kilogram.
Perubahan tersebut tentu tidak diraih dengan mudah. Ramdani harus melakukan sejumlah pengorbanan, salah satunya dengan mengurangi bahkan menghentikan konsumsi makanan yang dinilai kurang bergizi, seperti mi instan dan makanan ringan kemasan.
“Tahun lalu saya dibilangin postur tubuh kurang mendukung. Sejak pulang karantina tahun lalu, saya memutuskan ke dokter gizi bersama orang tua. Tahun lalu berat badan 32 kg dan sekarang jadi 42 kg. Terus tinggi badan awalnya kurang dari 140 cm dan sekarang jadi 142 cm,” papar Ramdani.
“Sejak itu juga saya berhenti makan makanan yang tidak sehat seperti mi instan, ciki (makanan kemasan), dan saya menerapkan pola makan sehat sesuai anjuran dokter gizi. Meskipun awalnya berat, tetapi saya jadi terbiasa,” bebernya.
Setelah melewati berbagai perjuangan selama setahun terakhir, Ramdani berharap Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus menjadi momentum untuk meraih hasil yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia ingin lulus audisi dan mewujudkan impiannya menjadi atlet PB Djarum.
“Tahun ini saya Insha Allah bisa melebihi tahun lalu. Karena saya sudah banyak berkorban dan berjuang untuk mengejar mimpi saya ini. Saya ingin sekali masuk PB Djarum karena ini klub yang menurut saya paling bagus dan bisa membawa saya menjadi atlet bintang dunia,” pungkas atlet yang mengidolakan Muhammad Zaki Ubaidillah tersebut. (AH)
