Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Kerusuhan 1998 Tak Menyurutkan Semangat Tim Thomas Indonesia
25 September 2020
Kerusuhan 1998 Tak Menyurutkan Semangat Tim Thomas Indonesia
 
 

Tahun 1998 silam, mungkin menjadi masa kelam bagi bangsa Indonesia. Kala itu, mahasiswa dan masyarakat Indonesia turun ke jalan untuk menuntut Presiden Soeharto lengser dari jabatannya setelah berkuasa selama 32 tahun.

Kebetulan sekali peristiwa itu bertepatan dengan penyelenggaraan ajang Piala Thomas di Hong Kong. Kala itu kerusuhan di Indonesia semakin merajarela dan tak terkontrol. Peristiwa tesebut pun membuat tim Indonesia merasa cemas akan keselamatan keluarganya yang berada di tanah air.

Dalam tekanan dan rasa kekhawatiran akan sanak keluarga, membuat tim Indonesia saat itu saling menguatkan serta tak menyurutkan semangat untuk bisa meraih gelar juara.

Kala itu, tim Indonesia diperkuat oleh para pebulutangkis tangguh seperti Hariyanto Arbi, Rexy Mainaky, Ricky Subagja, Hendrawan, Candra Wijaya, Sigit Budiharto, Indra Wijaya hingga Joko Suprianto.

Hasilnya pun tim Indonesia berhasil mempertahankan trofi juara Piala Thomas yang ke 11 kalinya, setelah di partai puncak mengalahkan tim Malaysia dengan skor tipis 3-2. Adapun ke tiga poin itu di dapat dari pemain ganda Rexy/Ricky dan Candra/Sigit serta tunggal putra Hendrawan.

Jika tahun-tahun sebelumnya pelepasan dan kedatangan tim Piala Thomas disambut oleh satu Presiden, namun ada yang beda di Piala Thomas 1998 silam itu. Pasalnya, dalam pelepasan tim Thomas ke Hong Kong dilakukan oleh Presiden Soeharto dan usai tim Indonesia membawa trofi ke pangkuan bumi pertiwi, kedatangan tim Thomas pun disambut oleh Presiden ke tiga Indonesia BJ Habibie.(ds)