Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Harapan Besar Pada Hayom
15 Desember 2009
Harapan Besar Pada Hayom
 
 

India Open Grand Prix 2009 yang secara resmi disebut sebagai Syed Modi Memorial International Grand Prix Badminton Championship 2009 ini akan berlangsung di kota Lucknow, India pada 15-20 Desember 2009. Tim kecil Indonesia diharapkan dapat bersuara vokal, sedangkan Dionysius Hayom Rumbaka diharapkan merebut gelar.

"Saya harapkan Hayom bisa menjadi juara di India Open karena saya melihat prestasinya akhir-akhir ini terus menunjukkan peningkatan," ujar ketua umum POR Djarum, FX Supandji.

Melihat rekam jejak prestasi Hayom, harapan tersebut memang wajar. Hayom memulai tahun ini dengan cemerlang; gelar Banuinvest International dari Romania direbutnya Maret silam. Setelah melewati rintangan kelas International Series tersebut, sebulan kemudian ia menjadi runner-up di Vietnam International Challenge -satu kelas di atas International Series.

Hanya berselang tiga bulan, ia sudah naik kelas lagi dengan menjuarai Australia Open Grand Prix -setingkat di atas International Challenge. Di negeri kangguru ini ia menuai kejutan dengan menundukkan unggulan pertama asal Hongkong, Chan Yan Kit, serta unggulan keempat asal Inggris, Andrew Smith. Gelar teranyarnya adalah dari dalam negeri sendiri, yakni, Astec Ultra Milk Open Indonesia International Challenge 2009. Kiprahnya berlanjut di Hongkong Super Series yang berhasil menembus babak perempat final dengan mengalahkan beberapa pemain unggulan, pada turnamen tersebut ia menjalani dari babak kualifikasi. Sejak inilah, Hayom mulai diarahkan khusus untuk mengenyam pengalaman di kelas Grand Prix dan Super Series, salah satunya di India Open Grand Prix ini.

Tak heran Hayom diserahi tanggung jawab besar tersebut karena gerbang kemenangan terbuka cukup lebar mengingat banyak pemain-pemain unggulan yang berfokus pada pesta olahraga se-Asia Tenggara, SEA Games. Indonesia sendiri hanya diwakili oleh empat putra dan empat putri non-Pelatnas di Lucknow karena tim Pelatnas sedang berlaga di Vientiane, Laos; berjuang untuk mendulang emas bagi Ibu Pertiwi.

Tetap Menarik

Walaupun sedikit berkurang greget karena absennya pemain-pemain top banyak negara serta ketidak hadiran pemain-pemain China dan Korea Selatan, India Open tetap memiliki daya tarik tersendiri terutama karena tahun ini merupakan tahun kebangkitan bulutangkis India di segala sektor.

Banyak nama-nama tenar yang muncul dari tanah India di ranah bulutangkis internasional setahun belakangan ini. Di antaranya Saina Nehwal yang mampu menundukkan putri-putri China di turnamen-turnamen kelas bergengsi; raja runner-up India, Kashyap Parupalli yang menjadi runner up di Open Volant d'Or, Spanish Open, dan Smiling Fish International Championship tahun ini; serta Anup Sridhar yang menundukkan Peter Gade di Singapura Super Series tahun ini.

Perwakilan Indonesia

Tunggal putra: Dionysius Hayom Rumbaka, Andre Kurniawan Tedjono, Adnan Fauzi

Tunggal putri: Maria Febe Kusumastuti, Fransiska Ratnasari

Ganda putra: Adnan Fauzi/Tri Kusumawardana

Ganda putri: Nadya Melati/Devi Tika Permatasari

Ganda campuran: Adnan Fauzi/Devi Tika Permatasari, Tri Kusumawardana/Nadya Melati