Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Richard: Saya Tak Akan Sepenuhnya Meninggalkan Bulutangkis
06 September 2021
Richard: Saya Tak Akan Sepenuhnya Meninggalkan Bulutangkis
 
 

Pengabdian Richard Mainaky sebagai pelatih di Pelatnas PBSI Cipayung selama 26 tahun, bakal segera berakhir. Pada Senin (6/9) siang tadi, Richard menyatakan bakal mengundurkan diri sebagai kepala pelatih ganda campuran. Ketika dikonfirmasi oleh tim Pbdjarum.org, keputusannya itu memang sudah bulat. Richard secara resmi akan meninggalkan Cipayung pada 27 September 2021 mendatang.

“Iya betul, saya akan mengundurkan diri sebagai kepala pelatih ganda campuran pelatnas pada 27 September nanti,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal keputusan besarnya itu, Richard mengaku ingin fokus dan lebih dekat dengan keluarganya.

“Ya alasannya karena saya merasa ini waktu yang tepat untuk menuruti keinginan keluarga yang ingin tinggal di Manado. Karena selama ini mereka banyak berkorban untuk saya. Selama saya menjadi pelatih, waktu saya lebih banyak di Cipayung, dari pukul 06.00 sampai pukul 18.00 atau 19.00,” paparnya.

Sepanjang karir kepelatihannya di pelatnas, prestasi Richard sebagai kepala pelatih ganda campuran tidak main-main. Setidaknya ia pernah membuat anak didiknya meraih gelar-gelar bergengsi. Mulai dari juara All England, juara dunia, dan juga medali Olimpiade. Hal itu pun menjadi momen-momen yang diakui Richard tak akan pernah bisa ia lupakan setelah nanti meninggalkan pelatnas.

“Momen-momen bersejarah yang tak bisa saya lupakan pastinya bisa membawa atlit saya 5 kali juara All Englad, empat kali Juara Dunia, meraih dua medali perak Olimpiade, dan meraih satu medali emas Olimpiade,” ujar Richard.

Namun begitu, Richard pun mengaku tak akan sepenuhnya meninggalkan dunia bulutangkis. Terlebih ia sampai saat ini masih terikat sebagai pelatih di PB Djarum.

“Saya tidak akan sepenuhnya meninggalkan bulutangkis. Dan sejauh ini saya kan masih terikat sebagai pelatih PB Djarum. Nanti bakal mengobrol lagi dengan tim PB Djarum, akan seperti apa nanti ke depannya,” kata Richard.

“Yang jelas saya tidak akan sepenuhnya meninggalkan bulutangkis. Saya punya mimpi bisa membuat pembinaan bulutangkis di Manado yang bagus. Karena saya melihat di sana itu fasilitas sudah mendukung. Bibit-bibitnya pun cukup banyak. Namun sayangnya tidak ada program pembinaan yang jelas. Dan saya berharap nantinya bisa membuat suatu pembinaan yang jelas, sehingga bisa membantu regenerasi bulutangkis Indonesia ke depannya,” papar Richard.

Karier Richard sebagai pelatih dimulai pada 1995 ketika menjadi asisten pelatih bagi Imelda Wigoeno, pelatih kepala ganda putri dan campuran. Ketika itu, nomor ganda campuran belum menjadi sektor khusus. Pemain untuk nomor ini diambil dari dua nomor lain, ganda putra dan putri.

Beberapa pasangan sukses hasil cetakan Richard di antaranya peraih perak Olimpiade Sydney 2000 Tri Kusharjanto/Minarti Timur, peraih perak Olimpiade Beijing 2008 Nova Widianto/Liliyana Natsir, semifinalis Olimpiade Beijing 2008 Flandy Limpele/Vita Marissa, peraih emas Olimpiade Rio 2016 Tontowi Ahmad/Liliyana, serta Praveen Jordan/Debby Susanto dan Praveen/Melatih Daeva Oktavianti yang meraih gelar juara All England. (ah)