Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Kutukan Pemain Putra Tiongkok di Indonesia
24 Juni 2020
Kutukan Pemain Putra Tiongkok di Indonesia
 
 

Para pemain tunggal putra Tiongkok boleh berjaya di berbagai kejuaran bulutangkis yang tersebar di penjuru dunia. Tetapi tidak pada kejuaraan yang diberi label Djarum Indonesia Open, yang biasa di gelar di Istora Senayan, Jakarta. Sejak kejuaraan Djarum Indonesia Open digelar pada tahun 2004 sampai terakhir dengan nama BliBli Indonesia Open 2019, tidak ada satupun pemain tunggal putra Tiongkok yang mampu menjadi juara. Kejuaraan ini seolah-olah masih menjadi kutukan bagi para pemain putra Tiongkok.

Para pemain putra Tiongkok bukannya tidak berusaha untuk berdiri pada podium tertinggi, namun apa daya usaha mereka selalu kandas. Empat kali sudah para pemain negeri tirai bambu mampu menerobos babak puncak. Tetapi semua usahanya gagal.

Chen Hong mencobanya tahun 2004, namun dijegal oleh Taufik Hidayat dan justru Taufik lah yang menjadi kampiun usai menang di babak puncak dengan angka 15-10, 15-11. Lagi-lagi Taufik yang sempat diberi julukan sebagai pemain flamboyan ini menggagalkan usaha putra Tiongkok untuk kedua kalinya. Taufik meredam aksi Bao Chunlai pada babak final di tahun 2006.

Bao Chunlai tidak patah semangat. Ia datang kembali di tahun 2007 dan melesat hingga babak final. Rupanya modal semangat saja tidak cukup untuk bisa menjadi juara di kejuaraan Djarum Indonesia Open 2007. Sang datuk Lee Chong Wei asal Malaysia mengubur impian Bao Chunlai dalam-dalam.

Du Pengyu, menjadi pemain tiongkok terakhir yang bisa menggapai asa di babak final di tahun 2012. Sebenarnya tinggal selangkah lagi Du Pengyu bisa mewujudkan impian Tiongkok. Apalagi pada babak final ia sanggup mengajak Simon Santoso bermain rubber game. Lagi-lagi pemain Tiongkok belum berhasil menggapai juara. Simon menang dengan kedudukan akhir, 21-18, 13-21, 21-11.

Pemain top Tiongkok lainnya seperti Chen Long, Lin Dan, Chen Jin, Shi Yuqi dan lainnya juga bernasib sama. Bahkan Lin Dan yang dulu pernah mendapat julukan  sang “Super Dan” beberapa kali tersungkur di babak pertama. Tommy Sugiarto menjadi sang penakluk di tahun 2015. Kala itu Tommy menang di babak pertama dengan skor 19-21, 21-8, 21-16.

Pemain dari Chinese Taipei, Wang Tzu Wei juga pernah mendepak Lin Dan di babak pertama pada tahun 2017. Sang peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Chen Long, juga pernah merasakan hal yang sama. Nasib sial menimpanya di tahun 2013. Chen Long harus angkat koper lebih cepat usai ditekuk Tommy Sugiarto di babak pertama.

Akankah ada pemain tunggal putra Tiongkok yang mampu menepis kutukan ini ? Kita tunggu pada kejuaraan Blibli Indonesia Open 2020 mendatang. (AR)