Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Talk Show: Berbagi Pengalaman Bersama Juara
02 Juli 2011
Talk Show: Berbagi Pengalaman Bersama Juara
 
 

Kudus - Setelah audisi tahap pertama usai, PB Djarum mengadakan talk show peranan keluarga dalam mendukung bulutangkis. Acara yang dipandu oleh Sandra Dewi dan Desta ini menghadirkan empat atlet hebat besutan PB Djarum sebagai narasumber. Mereka adalah Meiliana Jauhari, Mohammad Ahsan, Hariyanto Arbi dan salah satu legenda bulutangkis Inonesia, Christian Hadinata.

Mengusung tema dari Kudus Menaklukkan Dunia, dibahas tiga poin penting dalam talk show ini. Poin tersebut yakni peranan keluarga dalam mendukung olahraga bulutangkis, pentingnya pembinaan dan pengembangan bakat bulutangkis, serta bagaimana bulutangkis akan menjadi jaminan di masa depan yang cemerlang.

Christian sebagai salah satu pemain paling senior diantara ketiganya memang tidak berasal dari keluarga atlet, lain halnya dengan Haryanto Arbi yang terjun ke bulutangkis karena sang kakak Hastomo Arbi terlebih dahulu berhasil menjadi atlet. Christian mengakui, meski tak lahir dari keluarga atlet ia menyadari bahwa dukungan orang tua memang menjadi salah satu faktor yang paling penting.

Tampak para peserta pun mengikuti jalannya acara ini dengan seksama. Banyak hal yang bisa dipetik, mereka berbagi pengalaman dan suka duka. Mereka mengenalkan tekad, jangan pantang menyerah dan terus berusaha.

“Pesan saya untuk kalian, beranilah untuk bermimpi. Karena semua itu berasal dari mimpi. Dulu saya melihat orang lain di televisi bermain di All England, akhirnya saya bisa kesana dan jadi juara disana,” papar Haryanto Arbi.

Sementara Christian mengungkapkan bahwa menjadi atlet saat ini tentu memiliki jaminan yang cerah untuk dijadikan sebagai karir.

“Mungkin saya memang terlalu cepat lahir, jadi saya jadi atletnya dulu. Lain dulu lain sekarang, dulu di berbagai kejuaraan tidak ada prize money, tapi sekarang dengan adanya super series, premier super series ditambah bonus, tentu bisa cukup menjamin kehidupan yang layak,” ungkapnya.

Sedangkan Ahsan dan Meiliana mengakui peran besar yang diberikan PB Djarum terhadap kiprah mereka di dunia bulutangkis. Meiliana yang sempat bergabung dengan Pelatnas tahun 2003 dan harus menerima kenyataan pahit saat didegradasi akhir tahun 2004 dan kembali ke klub. Ia mengungkapkan dukungan besar PB Djarum setelah dirinya keluar dari Pelatnas sampai akhirnya bisa kembali masuk di tahun 2009 merupakan sebuah anugerah.

“Mungkin kalau bukan di PB Djarum, saya sudah tidak bermain bulutangkis. Saat keluar dari Pelatnas tahun 2004 itu, saya sangat bersyukur dan berterima kasih masih diberikan kesempatan untuk bermain di berbagai turnamen di dalam dan luar negeri hingga akhirnya saya bisa kembali masuk ke Pelatnas di tahun 2009 sampai sekarang,” ujar penghuni rangking 5 dunia di ganda putri tersebut.

“Kerja keras itu kuncinya, jadi juara itu memang tidak mudah apalagi untuk bisa juara di negeri orang dan mengibarkan merah putih di negeri orang. Pokoknya harus terus kerja keras,” pesan Ahsan.