Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Kisah Antonius Budi Ariantho, Dari Pemain Hingga Menjadi Pelatih Sukses
13 Juni 2020
Kisah Antonius Budi Ariantho, Dari Pemain Hingga Menjadi Pelatih Sukses
 
 

Mantan pebulutangkis asuhan PB Djarum, Antonius Budi Ariantho, adalah salah satu legenda bulu tangkis Indonesia yang mempunyai prestasi gemilang semasa menjadi atlet.

Pria kelahiran Pekalongan, 3 Oktober 1971 dikenal sebagai pemain ganda putra berpasangan dengan rekannya yang juga berasal dari klub PB Djarum, Denny Kantono. Antonius dan Denny muncul bersamaan dengan pasangan fenomenal lainnya masa itu, Ricky Subagja/Rexy Mainaky. Mereka juga saling bahu membahu dengan andalan Indonesia lainnya Sigit Budiarto/Candra Wijaya untuk merebut gelar juara.

Melihat daftar prestasi yang pernah ditorehkan Antonius memang tidak pernah lepas dari rekannya, Denny. Ia lebih banyak bersama Denny meski juga sempat dicoba berpasangan dengan Candra Wijaya dan Ricky Subagja di penghujung karirnya.

Prestasi yang paling menonjol dari Antonius adalah ketika ia berhasil merebut medali perunggu pada Olimpiade Atlanta, Amerika Serikat di tahun 1996. Usai mengalahkan pasangan dari Rusia Andrey Antropov/Nickolai Zuev di babak perempatfinal, Antonius kandas di babak semifinal dari pasangan Malaysia Cheah Son Kit/Yap Kim Hock. Beruntung dalam perebutan medali perunggu, ia unggul dari pasangan Malaysia lainnya Soo Beng Kiang/Tan Kim Her.

Tak hanya itu, semasa karirnya Antonius pernah menapaki peringkat satu dunia bersama Denny. Di tahun 1996, ia pun mampu mendulang gelar juara dari Invitasi Piala Dunia dan menjadi semifinalis All England.

Di tahun 1997 ia hanya menyumbangkan satu gelar juara dari kejuaraan Asia. Prestasi terbaik lainnya di tahun itu hanyalah menjadi runner up Malaysia Open serta menjadi semifinalis Indonesia Open. Di tahun berikutnya Antonius sepi dari gelar. Ia hanya sempat menjadi runner up pada Japan Open serta dua kali menjadi semifinalis masing-masing pada kejuaraan Konika Cup Singapore dan kejuaraan Indonesia Open.

Di awal tahun 1999 prestasi manis ditorehkannya. Ia mampu menjadi kampiun pada kejuaraan Chinese Taipei Open. Di tiga turnamen besar seperti Japan Open, Danish Open dan China Open namanya tercatat sebagai semifinalis.

Perombakan pasangan yang dilakukan di Pelatnas pada tahun 2000, membuat Antoinus harus berpisah dengan Denny. Kala itu Antonius dipasangkan dengan Candra Wijaya mempunyai prestasi yang cukup mengesankan, yaitu dua kali mereka menjadi semifinalis. Yang pertama pada Kejuaraan Malaysia Open, sedangkan satu lagi pada Kejuaraan Asia.

Kini, Antonius disibukkan dengan kegiatannya sebagai seorang pelatih ganda di klub yang membesarkannya, PB Djarum. Dari tangan dinginnya telah banyak lahir para pemain handal.

Antonius pun kini terus berupaya mencari bibit-bibit muda baru yang akan menjadi penerus kejayaan bulutangkis Indonesia. (ah)