Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Mengingat Perjalanan Ahsan/Hendra Mengibarkan Merah Putih di Hadapan Publik Istora
17 Agustus 2021
Mengingat Perjalanan Ahsan/Hendra Mengibarkan Merah Putih di Hadapan Publik Istora
 
 

Enam tahun lalu, masih teringat jelas saat haru dan kegembiraan bercampur menjadi satu ketika ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil menapaki podium tertinggi di Kejuaraan Dunia 2015 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.
Tepatnya pada 16 Agustus 2015 atau satu hari sebelum bangsa ini merayakan hari jadi kemerdekaan yang yang ke-70. Gelar prestisus itu pun dipersembahkan oleh Ahsan/Hendra sebagai kado spesial untuk Indonesia.

"Kami dari awal bisa bermain lepas dan bermain menekan lawan. Kemenangan ini sekaligus jadi kado kemerdekaan RI ke-70, walaupun kecepatan, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali," kata Hendra kala itu usai bertanding di final mengalahkan pasangan Tiongkok, Liu Xiaolong/Qiu Zhan dengan straight game 21-17, 21-14.

Tak hanya memberikan kado spesial di hari kemerdekaan, kemenangan saat itu pun juga sekaligus menghapuskan dahaga Indonesia di Kejuaraan Dunia karena pada sebelumnya, pebulutangkis Indonesia pulang dengan tangan hampa dari Copenhagen, Denmark.

Bahkan, publik Istora yang saat itu memadati tribun penonton yang jumlahnya lebih dari 6.000 orang, sempat memiliki rasa pesimis. Pasalnya, mereka hanya bergantung pada Ahsan/Hendra, karena hanya mereka yang akan berlaga di partai puncak setelah tiga wakil Indonesia lainnya tersungkur di babak semifinal.

Terlebih lagi rekor pertemuan Hendra/Ahsan dengan Liu/Qiu berada dalam posisi imbang 2-2. Akan tetapi ganda putra Indonesia itu berhasil memenuhi harapan pecinta bulutangkis nasional dengan permainan gemilang mereka sejak awal pertandingan.

Namun kecemasan para pendukungya tersebut, justru menambah motivasi bagi Ahsan/Hendra di pertandingan enam tahun lalu itu.

"Puji syukur kepada Allah yang telah menganugerahi kami gelar juara dunia. Ini bukan cuma buat kami, tetapi untuk rakyat Indonesia. Kami tidak berpikir menang, tapi bagaimana caranya dapat poin dan berpikir positif. Penonton juga membuat kami sangat termotivasi, kami jadi semangat di lapangan," tutur Ahsan.

Lalu bagaimana perjalanan Ahsan/Hendra disepanjang Kejuaraan Dunia 2015?

Ahsan/Hendra saat itu tercatat sebagai unggulan ketiga. Di babak pertama mereka mendapat bye dan langsung melaju ke babak dua. Menghadapi pemain non unggulan asal Prancis, Baptiste Careme/Ronan Labar, Ahsan/Hendra sempat membuat cemas publik Istora. Pasalnya, mereka tak mudah untuk bisa mengalahkan pasangan Prancis itu, dan butuh tiga game sebelum akhirya memenangkan pertandingan dengan skor 19-21, 21-17, 21-18.

Di babak ketiga, Ahsan/Hendra berebut tiket perempat final kontra wakil Jepang, Kenta Kazuno/Kazushi Yamada. Saat itu Ahsan/Hendra kembali terlihat menemukan kesulitan dan pertarungan tiga game pun harus terjadi. Namun, kemenangan lagi-lagi didapatkan Ahsan/Hendra dengan skor 21-16, 19-21, 21-15.

Di babak perempat final, kekhawatiran pun sempat terbesit ketika Ahsan/Hendra harus bertemu dengan pasangan Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge. Pasalnya, pasangan Inggris itu sebelumnya mampu mengalahkan unggulan delapan dari Taiwan, Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin. Meski begitu, Ahsan/Hendra kali ini justru lebih mudah mengalahkan lawannya. Marcus/Chris pun dikalahkan Ahsan/Hendra dengan 21-16, 22-20.

Di semifinal, jalan terjal harus dilalui Ahsan/Hendra kala dihadapkan dengan pasangan Korea, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong. Selain saat itu Lee/Yoo menjadi unggulan pertama, rekor pertemuan sebelumnya pun masih menjadi milik Lee/Yoo 6-3 atas Ahsan/Hendra. Namun lagi-lagi, dengan semangat pantang menyerah, Ahsan/Hendra mampu menundukkan Lee/Yoo dengan dua game langsung 21-15, 21-18. Hasil itu pun membuat mereka berhak melaju ke partai puncak.

Penampilan Ahsan/Hendra mencapai klimaksnya di waktu yang sangat tepat saat menghadapi Liu/Qiu di final. Dalam waktu 37 menit, Ahsan/Hendra menang dengan skor 21-17 dan 21-14. Kegembiraan dan haru pun langsung meyelimuti Istora Senayan, Jakarta. Berkat kegigihan Ahsan/Hendra, bendera merah putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang tepat satu hari sebelum peringatan HUT RI ke-70. Terima kasih Ahsan/Hendra! (ah)