Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Bunga, Pebulutangkis Yang Pandai Menari
28 Oktober 2020
Bunga, Pebulutangkis Yang Pandai Menari
 
 

Tidak banyak yang tahu jika Bunga Kirana Larasati, pebulutangkis muda PB Djarum ini tidak hanya pandai bermain bulutangkis saja. Selidik punya selidik, rupanya ia juga bisa menari dengan baik. Sebelum mulai mengayunkan raket, iapun lebih dahulu kenal dengan tarian jawa.

Saya nari mulai umur 5 tahun,” ujarnya.

Bunga lahir dan besar di Wonosobo, Jawa tengah, daerah dengan konsisi alam yang begitu dingin. Bunga mendalami tarian Jawa dengan bergabung di sebuah sanggar tari.

Saya latihan di sanggar tari Satria,” tuturnya. “Bu Mil yang melatih menari,” sambungnya.

Aneka tari jawa bisa ia bawakan. Tari lampion, tari kijang, dua dari sekian jenis tarian yang bisa ia bawakan.

Saya suka tari kijang. Tari ini menceritakan kijang yang dimiliki petani,” lanjutnya.

Bunga kecil sering diminta menari di berbagai tempat. “Tapi seringnya di pendopo kabupaten,” ujarnya. Terbiasa dengan cuaca dingin Wonosobo, Bunga bisa dengan luwes menari tanpa takut dengan dingin yang menusuk tulang.

Tapi kecintaanya pada tarian beralih ke olah raga. Bunga mulai melirik cabang olah raga bulutangkis saat sang kakak berhasil menjadi juara dan mendapat medali dari sebuah kejuaraan. Ia lantas memberanikan diri menyampaikan keinginannya kepada kedua orang tuanya. Tidak disangka, niatan ingin membuat semua bangga rupanya disetujui. Bunga memilih salah satu klub yang ada di Purwokerto tempat ia menempa diri. “

Sebelum ke Djarum, saya latihan di klub Kartika. Pelatihnya Pak Didit,” katanya.

Serangkaian latihan ia jalani sampai ia membulatkan tekad mengikuti Audisi yang ada di Purwokerto. Tiga kali ia mencoba menerobos audisi. Dua kali gagal tidak membuatnya patah semangat. Pada percobaan ketiga di tahun 2019 iapun berhasil menjadi bagian dari keluarga PB Djarum.

Waktu audisi Pertama saya cuma main main aja. Ke dua saya kalah sama saingan saya sendiri dan yang ketiga saya sudah janji kalo saya bakal lolos audisi,” ceritanya.

Walau sudah menjadi warga Kudus, Bunga tetap cinta Wonosobo. Apalagi ia tahu didaerahnya ada tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan, yakni dataran tinggi Dieng. Baginya, Dieng telah memuat daerahnya menjadi terkenal di Nusantara. Pemandangan yang luar biasa dan juga daerah yang kerap diselimuti es tipis ini menjadi incaran setiap pengunjung. Wajar jika kemudian ia cinta Wonosobo.

“Saya cinta Wonosobo. Karena alamnya yang indah dan udaranya yang dingin,” pungkasnya. (AR)