Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Peter Gade Belajar Membuat Shuttlecock
22 Juni 2011
Peter Gade Belajar Membuat Shuttlecock
 
 

Jakarta - Welcome dinner yang diselenggarakan untuk menyambut para peserta dan ofisial Djarum Indonesia Open (DIO) Premier Super Series 2011 yang hadir di Jakarta, berlangsung pada Selasa (21/6) malam, setelah babak kualifikasi berakhir. Di acara ini para atlet unggulan mengenakan baju batik yang dirancang oleh perancang busana kenamaan, Oscar Lawalata.

Selain Taufik Hidayat, Lee Chong Wei dan Peter Gade, terlihat pula ganda andalan Korea, Lee Yong Dae mengenakan batik kudus itu. Sementara di putri, Tine Baun dari Denmark dan Li Xuerui dari China tampil menawan dengan balutan busana tersebut. Hadir menyusul adalah Maria Febe Kusumastuti bersama dengan Lindaweni Fanetri.

Para pebulutangkis handal ini pun dikenalkan kepada ukiran jepara, serta diajarkan bagaimana membuat shuttlecock yang membutuhkan 16 helai bulu. Diantaranya adalah Peter dan Tine, duo jagoan asal Denmark itu terlihat tekun menganyam shuttlecock.

“Saya tidak pintar dalam membuat ini (shuttlecock –red), tetapi mungkin anak saya akan bisa lebih jago dibanding saya, jadi lebih baik saya bermain bulutangkis saja,” papar Peter.

Tine pun memaparkan hal serupa, ia berujar menganyam shuttlecock ini butuh ketelatenan dan kesabaran, “lebih mudah bagi saya untuk memukulnya daripada menganyamnya,” paparnya diiringi tawa ringan.

Kendati mereka mengatakan itu sulit, mereka mampu menyelesaikan satu buah shuttlecock dalam beberapa menit saja. Terlihat pula Li Xuerui belajar tentang ukiran. Acara pun tak meriah sampai disitu. Beberapa atlet ditantang untuk berjoget dan memperebutkan satu buah smart phone, tanpa disangka beberapa atlet asal Kanada tampil cukup berani dan berdansa.

Selain penampilan para atlet, acara pun dimeriahkan oleh Uma Tobing pemenang acara variety show salah satu televisi swasta beberapa waktu lalu. Ia tampil membawakan lagu bendera dari Cokelat serta menutup pertunjukannya dengan menyanyikan lagu legendaris, we are the champion dari Queen.

Semoga acara ini bisa menanamkan tentang tradisi Indonesia, dan membuat mereka mengenang tentang kebaikan warga Indonesia. Selamat bertanding para pejuang era baru, Indonesia kami percaya!