
Jumat (27/11) pagi gedung GOR Djarum yang berada di Magelang terlihat ramai. Mirip dengan keramaian yang pernah ada saat perhelatan Sirkuit Nasional (Sirnas). Tetapi kali ini keramain bersumber dari acara Coaching Clinic yang melibatkan pelatih sera anak-anak dari sekitar Magelang. Kurang lebih 60 pelatih hadir dari kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo dan Kebumen.
Sesi pertama yang melibatkan para pelatih lokal beserta para legenda dari PB Djarum. PB Djarum menampilkan Lim Swie King yang terkenal dengan King Smash, Denny Kantono, Christian Hadinata, Sigit Budiarto dan Hastomo Arbi. Datang pula para pelatih dari PB Djarum seperti Engga Setiawan, Ronald Canduan, Rosaria Yusfin Pungkasari dan peraih medali perunggu Olimpiade , Maria Kristin Yulianti.
Lius Pongoh tetap tampil komunikatif saat menyampaikan presentasi. Para pelatih lokal mengajukan berbagai pertanyaan yang di jawab dengan lugas oleh para Lius dan pelatih dari PB Djarum.
Lim Swie King pun tak luput dari pertanyaan para wartawan. Ia di daulat menjelaskan bagaimana caranya ia bisa melepaskan smash yang keras. “Ada dua cara untuk menghasilan smash yang keras. Pertama gerakan tubuh mirip seperti busur. Yang kedua posisi shutlecock harus pas berada di depan kita,” ujarnya.
Anak-anak begitu antusias pada sesi kedua. Lebih dari 100 anak-anak mengikuti semua instruksi yang di arahkan para pelatih. Mulai dari lari berkeliling lapangan, pemanasan sampai berbagai games. Tak nampak wajah letih meski coaching clinic di lakukan hingga sore menjelang.
