
Gelar juara di turnamen Vietnam International Challenge 2026 menjadi titik awal bagi pebulutangkis muda Indonesia, Richie Duta Richardo, untuk menatap target yang lebih tinggi dalam kariernya. Usai memastikan kemenangan di partai final dengan skor 21-13, 21-14 atas wakil Chinese Taipei, Cheng Ju-Sheng, Richie mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut gelar ini sebagai yang pertama diraih pada musim 2026.
“Pastinya senang karena ini merupakan gelar juara pertama saya tahun ini. Dengan Ju-Sheng Cheng kami pernah bertemu sebelumnya, jadi saya sudah tahu pola mainnya dan apa yang perlu disiapkan,” ujar Richie.
Pemain muda tersebut juga mempersembahkan gelar ini untuk keluarga serta tim yang selama ini mendukung perjalanan kariernya, khususnya tim tunggal putra pratama.
Namun, Richie tidak ingin cepat puas. Ia langsung memasang target lebih tinggi, yakni menembus level turnamen yang lebih kompetitif di bawah naungan Badminton World Federation.
“Target ke depannya saya mau juara di level Super 100, supaya bisa naik ke tunggal putra utama dan bermain di level pertandingan yang lebih tinggi lagi,” ungkapnya.
Ambisi tersebut mencerminkan tekad Richie untuk terus berkembang dan bersaing di level elite. Turnamen level Super 100 merupakan bagian dari jenjang penting dalam struktur kompetisi BWF yang menjadi batu loncatan menuju turnamen level yang lebih tinggi.
Dengan usia yang masih muda dan performa yang terus meningkat, Richie Duta Richardo dinilai memiliki peluang besar untuk menembus skuad utama tunggal putra Indonesia. Konsistensi performa dan kesiapan mental akan menjadi kunci dalam mewujudkan target tersebut.
