
Jalan nasib dan bakat seseorang terkadang berbelok di arah yang tak terduga. Hal ini dibuktikan oleh Jayden Octave Tiolando, peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 asal Kabupaten Siak, Riau. Siapa sangka, atlet berusia 11 tahun yang kini unjuk gigi hingga menembus babak semifinal kategori Kelompok Usia (KU) 11 ini, awalnya memiliki cita-cita besar di lapangan hijau.
Saat masih duduk di bangku kelas 2 SD, Jayden kecil sangat menggemari sepak bola. Ia bahkan sempat rutin bermain bola di sekitar perumahannya selama kurang lebih setengah tahun.
“Dulu iya, maunya jadi atlet bola,” ujar Jayden mengenang masa kecilnya saat ditemui di sela-sela audisi, Sabtu (11/7).
Namun, arah angin berubah saat ia mulai memperhatikan sang ayah yang gemar bermain bulutangkis. Rasa penasaran mengalahkan kecintaannya pada sepak bola.
“Karena nengok Bapak main, kayaknya seru. Jadi coba latihan-latihan di rumah. Akhirnya suka dan dikasih latihan langsung sama Bapak,” cerita anak sulung dari tiga bersaudara ini.
Momen "banting stir" tersebut menjadi awal mula terasahnya bakat besar Jayden di dunia tepok bulu. Keputusan itu pun kini membuahkan hasil manis di GOR Angkasa, Pekanbaru.
Meski berstatus sebagai debutan atau baru pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum, pemain bernomor punggung 0214 ini tampil tanpa beban. Ia mengaku tidak merasa grogi sama sekali. Mentalitas dan ketahanan fisiknya pun patut diacungi jempol.
Dalam satu hari, Jayden harus melakoni dua pertandingan yang menguras tenaga. Ujian terberatnya datang di laga kedua yang harus diselesaikan lewat pertarungan sengit tiga game. Dimana ia mengalahkan M Fathir Nugraha (PB Bungo Badminton Club) dengan skor 21-15, 16-21, 21-14. Namun, dengan strategi yang sangat matang untuk anak seusianya, ia berhasil mengamankan tiket semifinal.
“Lawan yang kedua lebih susah karena dia lebih lincah, fisiknya bagus, dan bola depannya juga bagus. Strateginya tadi jangan kasih bola ke depan, jangan melakukan kesalahan sendiri, dan jangan banyak out,” jelas Jayden membeberkan kunci kemenangannya.
Selain sang ayah yang menjadi mentor pertamanya, gaya bermain Jayden rupanya banyak terpengaruh oleh legenda bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei. Ia sangat mengagumi kelincahan mantan pebulu tangkis nomor satu dunia tersebut. “Footwork-nya bagus, kakinya kuat,” tambahnya antusias.
Kini, menatap laga semifinal yang akan digelar esok hari (12/7), Jayden memiliki motivasi ekstra. Ia bertekad untuk berjuang sekuat tenaga demi memperebutkan Super Tiket. Baginya, lolos dan dibina di PB Djarum adalah impian besar karena iming-iming fasilitas kelas dunia yang ditawarkan oleh klub asal Kudus tersebut.
Untuk menjaga kondisi fisiknya, Jayden punya cara jitu ala atlet profesional. “Istirahat lebih cukup, jangan banyak gerak atau main-main (di luar lapangan),” tegasnya. (NFA)
