Wawancara
Home > Berita > AUDISI UMUM > [Audisi Umum PB Djarum 2026] Dukungan Keluarga di Pinggir Lapangan, Antar Ikhsan Nur Jamil Tembus Perempat Final
10 Juli 2026
[Audisi Umum PB Djarum 2026] Dukungan Keluarga di Pinggir Lapangan, Antar Ikhsan Nur Jamil Tembus Perempat Final
 
 

Bermain di kampung halaman selalu memberikan energi magis tersendiri bagi seorang atlet. Hal inilah yang tengah dirasakan oleh Ikhsan Nur Jamil, pebulutangkis cilik asal Pekanbaru yang sukses melangkah ke babak perempat final Audisi Umum PB Djarum 2026.

Ikhsan mengalahkan Muhammad Husein Al Ghazali dari PB Warda, dua game langsung, dengan skor 21-13, 21-19.

Bagi Ikhsan, capaian tahun ini terasa sangat emosional dan istimewa jika dibandingkan dengan pengalaman audisi pertamanya. Tahun lalu, pebulutangkis kelahiran 2014 ini harus rela terbang jauh ke Kudus, Jawa Tengah, hanya untuk menelan pil pahit kalah di pertandingan pertama fase turnamen. Kini, bermain di kota kelahirannya sendiri, nasibnya berubah lebih baik.

Keberhasilan atlet binaan klub PB Angkasa ini tak lepas dari kehadiran "pemain tambahan" di pinggir lapangan. Berlaga sebagai tuan rumah, Ikhsan mendapat dukungan penuh yang disaksikan langsung oleh orang tua, kakak, hingga teman-temannya.

“Perasaannya tentu sangat senang dan happy,” ungkap Ikhsan saat diwawancarai usai memastikan kemenangan.

Dukungan keluarga ini menjadi semakin krusial lantaran Ikhsan kini menjadi satu-satunya tumpuan harapan. Diketahui, sang adik yang juga mengikuti audisi di kategori U-11 telah gugur lebih awal.

Mendapat sorakan semangat dari orang-orang terdekat diakui Ikhsan memberikan sensasi yang campur aduk. Ia tak menampik bahwa riuhnya dukungan keluarga sempat memberinya sedikit tekanan, namun energi positif yang ia rasakan jauh melampaui rasa gugupnya.

“Pertama tentu bikin makin semangat, walau kedua ada sedikit groginya. Tapi iya, lebih banyak bikin semangatnya,” cerita Ikhsan jujur.

Menariknya, pebulutangkis yang baru menginjak usia belasan tahun ini menunjukkan mentalitas luar biasa di atas lapangan. Di saat banyak pemain seusianya rentan kehilangan fokus karena riuhnya penonton, Ikhsan justru menemukan cara untuk tetap tenang. Terbukti, ia sukses meraih kemenangan mutlak dalam dua gim langsung di babak sebelumnya.

“Kuncinya fokus dan mainnya tetap sabar, tenang. Jangan emosi dan jangan dengar sorakan dari (pendukung) lawan,” tegasnya.

Evaluasi dari kegagalan di Kudus tahun lalu benar-benar ia bayar lunas. Tambahan latihan fisik, rutinitas lompat tali (skipping) di rumah, hingga porsi drilling yang ia jalani, kini berpadu sempurna dengan motivasi bermain di depan keluarga sendiri.

Kini, langkah Ikhsan menuju PB Djarum semakin dekat. Dengan restu dan teriakan semangat dari keluarganya di tribun Pekanbaru, ia siap berjuang lebih keras untuk mewujudkan mimpi terbesarnya.

“Pengen bisa masuk PB Djarum dan kelak menjadi pemain dunia. Idola saya Lee Chong Wei, karena mainnya bagus, kakinya kuat, dan ketahanannya bagus,” tutup Ikhsan. (NFA)