Sirkuit Nasional
Home > Berita > Sirkuit Nasional > Tedi Butuh Waktu Beradaptasi
30 Maret 2012
Tedi Butuh Waktu Beradaptasi
 
 

Tedi Supriadi yang langsung menyabet dua gelar juara remaja di debutnya bersama PB Djarum, kini tengah menghadapi tantangan baru. Meskipun usianya yang masih bisa berlaga di remaja, Tedi diberi tantangan untuk bertarung di kelas taruna.

Tedi adalah juara Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Makassar dan Surabaya 2011. Kala itu, ia berpasangan dengan Kevin Ersa di ganda putra. Dan kini, sejak Pertamina Open 2011 lalu, Tedi dipasangkan dengan Yantoni Edi Saputra.

Atlet asal Bandung ini, mencatatkan prestasi tak begitu baik di dua Djarum Sirnas awal tahun 2012 ini. Ia mengakui hal ini karena dirinya harus beradaptasi dengan persaingan dikelas taruna. “Pasangan baru, dan harus bermain di taruna, saya butuh waktu untuk beradaptasi, tetapi untuk kali ini, saya ingin bisa sampai ke final,” ujarnya dengan nada optimis.

Biasa berpasangan dengan pemain tangan kanan, Tedi mengakui harus membiasakan diri dengan pasangan baru yang bertangan kidal. Kini kekompakan mereka pun mulai terlihat solid. Di laga 16 besar yang berlangsung kemarin (29/3) malam, Tedi dan Yantoni tampil agresif.

Bertemu pebulutangkis asal Pelatprov DKI Aris Munandar/Ibang Eka Bangsa, mereka berhasil menang dalam pertarungan dua game langsung 21-15 dan 21-9. Tedi yang memang pintar mengolah bola di depan net, ditambah smash yang sulit dibaca dari Yantoni menjadi modal mereka untuk bisa meraih tiket perempat final.

Di perempat final, Tedi/Yantoni akan bersua dengan Ryan Sauqi/Tomy Al Fajar. Sepertinya Tedi/Yantoni harus mewaspadai pasangan ini. Secara meyakinkan pasangan asal PB Mutiara itu menyingkirkan unggulan tiga asal PB Surya Baja, Edi Bagus Kurniawan/M Faisal Ridho dengan dua game langsung, 21-19 dan 21-14.

Peluang untuk ke semifinal pasti masih terbuka,” pungkasnya.

Sayang mereka menjadi wakil satu-satunya asal PB Djarum di perempat final. Langkah unggulan kedelapan itu gagal diikuti oleh rekan satu timnya, Hantoro/Arsya Isnanu Ardi Putra yang harus menyerah dua game langsung atas ganda PB SGS PLN, Ellen Frederika/Fajar Alfian dengan 21-13 dan 21-14.