
Ganda pemula putri PB Djarum, Khanza Zulfanihayah/Queeny Opsi Palamarta, harus puas mengakhiri perjuangan mereka sebagai runner-up di ajang Hydroplus Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026.
Berlaga di babak final yang berlangsung di GOR Sportatorium Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu pada Sabtu (22/8), Khanza/Queeny harus mengakui keunggulan ganda putri asal Jaya Raya Jakarta, Grenville Evy Nanda/Nufaisah Aliyah Rohmah, lewat kekalahan straight game 21-23, 12-21.
Pertandingan sebenarnya berjalan sangat ketat di game pertama. Pasangan PB Djarum ini bahkan memiliki peluang besar untuk mengamankan game pertama setelah mencapai game point lebih dulu. Sayangnya, momentum tersebut gagal dimanfaatkan.
"Terlalu banyak buang-buang poin aja sih. Kami terlalu menggebu-gebu buat menang,” aku Khanza usai pertandingan.
Sang partner, Queeny, juga mengakui bahwa mereka bermain terlalu terburu-buru di poin-poin kritis. "Pas tadi leading itu, inginnya berambisi mau cepet-cepet game, padahal nggak bisa begitu," sesalnya.
Kehilangan game pertama usai ditikung lawan rupanya berdampak besar pada mental bertanding Khanza/Queeny di game kedua. Mereka tampil jauh lebih tertekan dan tidak mampu mengejar ketertinggalan poin yang terlanjur melebar.
Khanza secara jujur mengakui bahwa motivasinya menurun drastis di set kedua. "Pasti masalahnya di fokus. Pas poinnya sudah jauh tertinggal, ya akunya juga nggak mau nyoba lagi. Jadi ya udahlah," ungkap atlet muda tersebut.
Senada dengan Khanza, Queeny juga merasa kehilangan daya juang. "Kurang nge-fight gitu rasanya, fokusnya hilang-ilangan juga di poin-poin terakhir."
Kekalahan di final Sirnas B Bengkulu ini sekaligus memperpanjang rekor buruk mereka kala bersua dengan Grenville/Nufaisah, di mana ini menjadi kekalahan kedua beruntun mereka dari pasangan Jaya Raya tersebut. Keduanya sepakat bahwa kendala utama di lapangan bukanlah kehebatan lawan semata, melainkan masalah internal seperti fokus dan ketahanan fisik. "Fisiknya mungkin ya, suka mudah terengah-engah)," tambah Queeny.
Meski belum mengetahui pasti jadwal turnamen yang akan mereka ikuti selanjutnya, Khanza dan Queeny sudah memiliki rencana evaluasi selama masa jeda kompetisi. Mereka bertekad menutupi kelemahan yang terlihat jelas pada pertandingan hari ini.
"Sambil nunggu turnamen, mungkin aku lebih ke individu aku sendiri aja. Aku mau fokus sama diri sendiri buat benerin mainnya lagi," tegas Khanza.
Sementara itu, Queeny akan memfokuskan porsi latihannya pada peningkatan fisik. "Mau meningkatkan tenaga," pungkas Queeny. (NFA)
