
Perjuangan luar biasa dari pasangan ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah rupanya belum cukup untuk menggusur unggulan pertama dari China dari babak semifinal di kejuaraan bulutangkis BWF World Championships 2026 yang berlangsung hari ini (22/8). Bertanding dalam waktu 97 menit, Amri/Nita bisa nyaris mengalahkan ganda campuran nomor satu dunia asal China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dalam tiga gim 22-20, 14-21, 20-22.
Bisa dibilang inilah salah satu penampilan terbaik dari Amri/Nita. Tidak hanya kemampuan soal mengolah shuttlecock, tetapi juga mental bertanding yang mumpuni. Tengok saja pada gim pertama. Saat lawan sudah unggul 20-18 Amri/Nita justru bisa membalikkan keadaan hingga menang dengan 22-20. Hal yang sama nyaris terjadi pada gim ketiga, Amri/Nita kembali tertinggal 18-20. Sayangnya beda ceritanya tidak sama dengan gim pertama. Usai menyamakankedudukan, justru ganda China yang bisa mengambil kemenangan. Perjuangan yang patut diberi apriesiasi untuk Amri/Nita yang bisa membuat jatuh bangun ganda China. Bahkan pemain China sampai memberikan gesture jempol untuk Amri/Nita.
“Alhamdulillah bisa bawa medali, ini hasil terbaik yang kami bisa berikan buat Indonesia. Untuk pertandingan hari ini berjalan cukup baik dari awal sampai akhir. Terutama di gim ketiga dengan tensi yang luar biasa, dengan fokus tingkat tinggi sayang memang kami tidak bisa convert. Tapi memang sama-sama tidak mau kalah, sama-sama pengen ke final dan juara dari sisi kami maupun pasangan China,” ucap Amri dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.
“Saya rasa ini menambah kepercayaan diri buat kami berdua untuk bisa konsisten tampil seperti ini, untuk bisa tambah latihannya lagi supaya jadi lebih baik lagi. Podiumnya bisa lebih tinggi lagi,” sambung Amri.
“Saya merasakan gairah yang lebih dari malam tadi, ingin sekali tampil maksimal di babak semifinal ini. Saya mempelajari benar permainan mereka dan itu mungkin yang membuat hari ini kami bisa main lepas.” Tambah Amri.
“Kami menyampaikan respek dan good luck di final untuk Feng/Huang yang tadi dengan hangat memeluk kami usai pertandingan bahkan Feng meminta maaf karena sempat protes berlebihan. Kami sangat apresiasi hal itu,” tutur Amri.
“Semoga hasil ini memotivasi tim ganda campuran yang mulai dari nol lagi. Ayo bareng-bareng teman-teman, para pelatih, adik-adik, kita kerja keras lagi, kita coba lagi semaksimal mungkin,” ungkap Amri.
“Gim pertama kami saat mereka sudah tinggal satu poin lagi selesai, kami tidak berpikiran ini tapi coba fokus ke poin kami saja. Kami coba nyari poin sebanyak mungkin dan fokus ke permainan. Sama-sama cari jalan keluar, harus bagaimana, harus main apa. Akhirnya bisa mengejar dan balik ambil keunggulan,” kata Nita.
“Gim ketiga itu sama dengan halnya gim pertama. Kami terus komunikasi, belum selesai jadi masih ada kesempatan tapi mungkin saat setting kami kalah nekat sama mereka. Medali perunggu ini untuk Indonesia dan untuk semua yang sudah selalu percaya kalau kami masih bisa bersaing. Untuk keluarga dan pelatih juga,” pungkas Nita. (AR)
