Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [Indonesia Junior International Challenge 2014] Tedi/Mychelle Menyusul Rekannya ke Final
31 Agustus 2014
[Indonesia Junior International Challenge 2014] Tedi/Mychelle Menyusul Rekannya ke Final
 
 

Keberhasilan pasangan Jeka/Gischa, ternyata memacu rekannya, Tedi Supriadi/Mychelle Chrystine Bandaso untuk bisa menyusulnya ke babak final Indonesia Junior International Challenge 2014. Pasangan PB Djarum ini juga menumbangkan pasangan Beno Drajat/Yulfira Barkah asal Indonesia dengan dua game, dalam waktu 30 menit. Skor akhirnya pun 21-12 dan 22-20 pada laga semifinal, hari sabtu sore (30/8) di Hall Badminton Sudirman, Surabaya.

"Dari awal ketika pertandingan bergulir, saya sudah ada perasaan yakin bisa. Karena lawan kelihatannya sudah takut dan tidak percaya diri. Di tambah dengan sering kali mereka membuat kesalahan sendiri. Ini tidak seperti biasanya lawan tadi bermain," jelas Mychelle.

Menurutnya lagi, mereka makin percaya diri setelah bisa meraih game pertama. Tetapi ketika poin 18-14, rasa percaya diri mereka terlalu berlebihan. Permainannya pun sudah tidak konsentrasi. Akibatnya mereka terburu-buru ingin menyudahi pertarungan. Hasilnya, malah lawan bisa menyusul poin.

"Untungnya kami bisa menyamakan kedudukan dan membuat deuce. Ketika point 21-20, ada pikiran dalam diri saya kalau jangan sampai terjadi rubber game. Saya coba untuk tenang dan konsentrasi. Beno memiliki pukulan smash yang kecang, sedangkan Yulfira dependnya dan menyerangnya juga bagus.” sahutnya lagi.

Tedi pun juga melontarkan kalimat yang sama. Kalau di game kedua, mereka ingin buru-buru menyelesaikan pertandingan. Justru konsentrasi mereka malah hilang, maka lawan bisa menyamakan kedudukan dan bahkan memimpin perolehan poin hingga skor 18-20. Untuk menghindari permainan rubber game, ia pun kembali fokus dan mencoba menenangkan diri. Setelah bisa menyamakan kedudukan dan balik memimpin, ia pun coba mengambil keputusan untuk lebih berani mengambil tindakan. 

“Lawan itu tangguh, mereka dependnya kuat dan serangannya pun cukup berbahaya. Apalagi bolanya Beno, bola pengembaliannya cukup halus. Kami pun coba melambatkan tempo permainan, sedikit meredam serangan lawan, ketika ada celah baru giliran kami yang menekan lawan,” sahut Tedi.

Di babak final nanti, Tadi/Mychelle akan berhadapan dengan rekannya di PB Djarum, Jeka/Gischa. Tedi pun mengatakan Jeka/Gischa lebih berpengalaman. Di dalam latihan bersama, mereka sering kali kalah dari pasangan Jeka/Gischa. Pastinya, lawan lebih tahu dari mereka. Tapi ia coba untuk yakin dan bermain lebih konsisten lagi. (DS)