Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > [BliBli Indonesia Open 2019] Kevin Menunggu Lima Tahun Untuk Jadi Juara
16 Juli 2019
[BliBli Indonesia Open 2019] Kevin Menunggu Lima Tahun Untuk Jadi Juara
 
 

Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menjadi seorang juara. Hal ini turut dirasakan oleh seorang Kevin Sanjaya Sukamuljo. Siapa yang menyangka jika pemain binaan PB Djarum ini harus menunggu lima tahun untuk bisa menjadi juara di kejuaraan bulutangkis terbesar di Indonesia. Kevin yang merupakan jebolan audisi PB Djarum tahun 2007 baru bisa menjadi juara Indonesia Open di tahun 2018 atau tahun kelima setelah kali pertama mencoba di tahun 2014 usai masuk Pelatnas. Ini belum termasuk pada tahun 2012 di mana Kevin yang berpasangan dengan Rafiddas Akhdan Nugroho.

Pertama tampil di Istora Senayan, Jakarta, nama Kevin langsung mencuat. Kevin yang turun di ganda putra dan ganda campuran menjadi pusat perhatian. Selain usianya yang masih terbilang muda, permainan Kevin juga memiliki ciri tersendiri. Bersama Selvanus Geh yang menjadi pasangannya di ganda putra, Kevin memang kalah. Tetapi ia mampu menerobos sampai babak kedua. Di ganda campuran malah namanya menjadi buah bibir. Ia dan Greysia Polii yang harus merangkak dari babak kualifikasi ganda campuran, membuat kejutan besar di babak pertama. Siapa yang menyangka jika ia dan Greysia Polii bisa mendepak sang unggulan pertama dari Tiongkok Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan rubber game 15-21, 21-18, 23-21.

Pada percobaan kedua di tahun 2015 atau tepatnya pada BCA Indonesia Open Super Series 2015, Kevin sudah berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon, pasangan tetapnya sampai sekarang. Kevin/Marcus juga hanya bisa bertahan sampai babak kedua sebelum akhirnya dikalahkan oleh senior mereka pasangan Mohamamd Ahsan/Hendra Setiawan di babak kedua.

Kevin dan Marcus kembali mencoba keberuntungan lagi di tahun ketiga pada tahun 2016. Upayanya kembali terhenti di babak kedua. Di kejuaraan yang menyediakan hadiah total USD 900.000, langkah Kevin dihentikan oleh legenda bulutangkis asal Korea, Lee Yong Dae yang berpasangan dengan Yoo Yeon Seong.

Sebenarnya di tahun 2017, Kevin memiliki kesempatan besar untuk meraih gelar juara. Bukan tanpa alasan jika harapan disematkan padanya. Enam gelar juara plus All England di tahun 2017 bisa ia raih bersama Marcus. Tetapi apa mau dikata. Cedera membuatnya tidak bisa tampil maksimal di kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series 2017. Ia terjungkal di babak pertama di tangan pasangan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dengan 16-21, 16-21.

Akhirnya pada tahun 2018, Kevin bisa menundukkan keangkeran Istora Senayan. Masih berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon, Kevin berdiri di podium tertinggi. Kevin dan Marcus menjadi juara pada kejuaraan BliBli Indonesia Open 2018. Pada kejuaraan dengan kategori World Tour Super 1000, Kevin dan Marcus mengalahkan jago-jago dunia, termasuk di antaranya pasangan senior Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di babak pertama dengan rubber game, 21-16, 18-21, 21-10. Di babak kedua, ganda dari Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dihentikan dalam dua game, 21-18, 21-12. Pertandingan ketat juga tersaji kembali di babak perempat final. Pasangan dari Denmark, Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding mengajak Kevin dan Marcus berlama-lama di karpet hijau. Kevin/Marcus menang dalam drama tiga game 20-22, 22-20, 21-18. Di babak semifinal, giliran rekan sesama pemain Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dikalahkan dengan straight game 21-13, 21-10. Di babak final, wakil dari Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko tak berdaya ditaklukkan dengan 21-13, 21-16.

Di tahun 2019, Kevin menjadi andalan Indonesia untuk meraih gelar sekaligus mempertahankan gelar juara. Berbagai persiapan menghadapi kejuaraan berhadiah total USD 1.250.000 sudah ia jalani. Selain persiapan tehnik, ia pun menyiapkan sisi mental bertandingnya. Termasuk meningkatkan semangat berjuangnya yang dikenal pantang menyerah. Ini yang pernah juga ia tunjukkan saat gagal pada audisi PB Djarum di tahun 2006. Baginya, gagal pada percobaan pertama bukan akhir dari segalanya. Ia tidak lantas patah arang. Terbukti, ia bisa bergabung dengan PB Djarum pada audisi kedua di tahun 2007.