
Tim Uber Indonesia akhirnya harus mengakui kehebatan tim dari Negeri Tirai Bambu, China. Pada hari ketiga pelaksanaan putaran final piala Thomas dan Uber 2012. Tim Uber Indonesia dipaksa menyerah kalah dengan kedudukan akhir 0-5. Meski kalah, pemain-pemain Indonesia bisa mencuri dua game dari pemain-pemain kelas dunia dari China.
Kekalahan Indonesia juga di warnai dengan mundurnya Maria Febe Kusumastuti dan Lindaweni Fanteri pada saat pertandingan masih berjalan. Tim China sendiri seperti tak mau menelan malu di hadapan publiknya sendiri. Mereka menurunkan seluruh kekuatanya untuk menghadapi tim Uber Indonesia. Sementara Indonesia mengistirahatkan Adriyanti Firdasari serta ganda Meiliana Jauhari/Greysia Polii.
Pebulutangkis terbaik Indonesia, Maria Febe Kusumastuti belum mampu membendung keperkasaan pemain nomor satu dunia Wang Yihan asal China. Febe yang menyerah di game pertama dengan 10-21, terpaksa harus mundur pada saat pertandingan digame kedua belum selesai. Ketika angka berada pada 3-11. “Awalnya saya bisa bermain enak, namun bahu kanan saya terasa sakit jadi dari pada dipaksakan, lebih baik saya mundur saja,” ujar Febe.
Juara Vietnam Open Grand Prix 2011 Nitya Krishinda Maheswari/Anneke Feinya Agustine harus menelan pil pahit setelah kalah dari ganda nomor satu dunia Yu Yang/Wang Xiaoli dengan kedudukan akhir 16-21, 17-21.
Lindaweni Fanetri pun memilih mundur dari lapangan hijau pada game kedua. Linda yang membuat kejutan dengan merebut game pertama dengan 21-17 dari Wang Shixian juga harus mundur pada saat angka berada pada 10-3 untuk pemain China.
Ganda muda yang baru pertama kali di bawa untuk mengikuti putaran Final Piala Uber, Suci Rizky Andini/Della Destiara Haris mampu membuat ganda China Zhao Yunlei/Tian Qing kalang kabut. Di luar dugaan, pada game pertama, ganda Indonesia mampu unggul 20-13. Hanya sayang keberuntungan belum berpihak kepada ganda Indonesia, karena ganda China bisa merebut game pertama dengan 24-22.
Di game kedua, ganda Indonesia yang sempat tertinggal dengan 1-5. Mereka mampu kembali menyamakan kedudukan 5-5. Setelah selalu unggul, pasangan Indonesia kembali disusul pasangan China pada saat angka kritis 19-19. Dua tambahan angka cukup bagi ganda Indonesia untuk memaksa pertandingan berjalan rubber game. Dela/Suci mampu mencuri game kedua dengan 21-19. Pertandingan pada game ketiga berjalan sangat ketat hingga angka sama 15-15. Ganda China yang unggul dalam serangan akhirnya bisa merebut game penentuan dengan 21-15.
Pada partai terakhir, Bellaetrix Manuputy juga belum bisa menyumbangkan kemenangan. Meski kalah, tunggal putri Indonesia ini sempat menyulitkan pemain China berperingkat 4 dunia terutama pada game kedua sebelum akhirnya menyerah dengan 12-21, 18-21.
Dengan hasil ini China keluar sebagai pemimpin grup A, sementara Indonesia menjadi Runner Up dan Afrika Selatan menjadi juru kunci. Meski kalah dari China, tim Uber Indonesia tetap lolos ke babak perempat final. Sesuai dengan undian ulang yang telah ditetapkan, tim Uber Indonesia akan menghadapi tim uber Jepang pada babak perempat final. (AR)