
Pemain-pemain ganda campuran Indonesia kembali mencoba keberuntungan. Kali ini punggawa Cipayung berburu gelar juara di negeri Skandinavia, Denmark, sebuah negeri di dataran Eropa yang terkenal dengan pengarang cerita HC Andersen.
Perjuangan pemain-pemain ganda campuran Indonesia akan berjalan ketat. Ketatnya pertandingan tergambar dari kekuatan pemain yang hadir pada kejuaraan sekelas Super Series Premier dan menyediakan hadiah sebesar USD 400.000,-. Tercatat enam pasang ganda campuran pemimpin rangking tertinggi dunia akan unjuk kekuatan pada pertandingan yang dilaksanakan di kota Odense.

Indonesia mengirimkan empat pasang ganda campuran terbaiknya. Empat pasang ganda campuran Indonesia terbagi rata di dua pool undian. Pasangan berada pada pool bawah bersama dengan pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadeth. Sayangnya kedua pasangan ini di prediksi akan saling berhadapan di babak kedua. Tetapi sebelumnya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus menghadang aksi pasangan dari Korea Selatan Lee Yong Dae/Ha Jung Eun di babak pertama. Pasangan Indonesia mempunyai catatan prestasi yang baik jika berhadapan dengan pasangan Korea Selatan yang menempati peringkat 23 dunia ini. Dari tiga kali mereka bertemu, ketiganya selalu bisa dimenangkan oleh pasangan Indonesia dan semuanya dalam dua game saja.
Sementara pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadeth masih harus menunggu pemain yang lolos dari babak kualifikasi. Seandainya mereka mampu melewati babak pertama, pasangan yang menempati peringkat tiga belas dunia ini akan melakoni duel dengan rekannya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Siapapun yang menang, yang pasti Indonesia memastikan satu tiket di babak perempat final. Saingan terberat di undian bawah akan datang dari pasangan China Xu Chen/Ma Jin. Kemungkinan pertemuan dengan pasangan China akan terjadi pada babak semifinal.
Di paruh grup atas bercokol Muhammad Rijal/Debby Susanto dan pasangan senior Nova Widianto/Vita Marissa. Tetapi keduanya berada dekat pada undian yang mereka lakoni. Babak kedua harus mempertemukan keduanya. Peluang Muhammad Rijal/Debby Susanto melewati hadangan pertama dan menantang senior mereka terbuka lebar. Pasalnya pasangan dari Jepang Hirokatsu Hashimoto/Mizuki Fujii pernah dikalahkannya pada kejuaraan Li Ning Singapore Open Super Series 2011 lalu. Sementara pasangan Nova Widianto/Vita Marissa harus bertemu dengan unggulan ketujuh Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul asal Thailand. Kedua pasangan ini pernah bertemu pada kejuaraan Yonex German Open Grand Prix Gold 2011. Kala itu pasangan Indonesia menyerah dua game. Jika ingin menjaga peluang menempatkan satu wakil Indonesia di babak perempat final, pasangan Nova Widianto/Vita Marissa harus bisa menundukkan pasangan dari Thailand sekaligus membalas kekalahan mereka. (AR)