
Tim Piala Sudirman Indonesia berhasil melaju ke babak semifinal usai mengalahkan Chinese Taipei kemarin (15/5). Diluar dugaan, Indonesia langsung menghentikan Chinese Taipei dengan 3-1. Nomor ganda campuran yang sedianya akan dimainkan sebagai partai terakhir pun urung di laksanakan.
Kemenangan tim Piala Sudirman Indonesia di awali kesuksesan ganda putra nomor satu Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Juara All England 2014 ini tampil taktis saat menghadapi ganda utama Chinese Taipei, Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin. Kurang dari 30 menit Ahsan/Hendra menang dengan 21-17, 21-18.
“Kami sudah sering ketemu. Dari awal kami sudah mengantisipasi kalau pertandingan kali ini tidak akan mudah. Karena mereka juga mainnya bagus,” ujar Hendra seperti yang dilansir website PBSI.
Bellaetrix Manuputty yang tampil di nomor tunggal putri, gagal menyumbang angka kemenangan. Meski sudah beberapa kali mengalahkan Tai Tzu Ying, namun kali ini Bellaetrix tampil di bawah performa terbaiknya. Banyak kesalahan yang tidak semestinya dibuat dan menguntungkan lawan. Bellaetrix pun menyerah straight game dengan, 17-21, 17-21. Kekalahan pemain yang biasa disapa dengan sebutan Bella ini membuat kedudukan berubah imbang, 1-1.
Di partai ketiga, Indonesia menurunkan tunggal putra masa depannya, Jonatan Cristie untuk menghadapi tunggal putra Chinese Taipei Hsu Jen Hao. Semula nomor tunggal putra diperkirakan akan lepas dari genggaman Indonesia karena secara peringkat Jonathan masih jauh di bawah pemain Chinese Taipei. Apalagi di ajang Asian Games 2014 lalu, ia pun sempat kalah. Namun Jonatan tak memikirkan peringkat dan kekalahan yang pernah di deritanya. Jonatan tampil memukau dan menang rubber game 21-12, 13-21, 21-16. Indonesiapun unggul 2-1.
“Senang sekali rasanya bisa menyumbangkan kemenangan untuk Indonesia. Di sini saya juga ingin membuktikan bahwa Indonesia mempunyai pemain muda yang bagus dan berpotensi di masa depan,” ungkap Jonatan.
Kepastian kemenangan 3-1 Indonesia atas Chinese Taipei di tentukan pada partai ketiga yang memainkan nomor ganda putri. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari membawa tim Indonesia ke babak semifinal usai menang dari ganda China Taipei Chen Hsieh Pei/Wu Ti Jung dengan 21-14, 21-9.
“Kami belum pernah ketemu mereka sebagai pasangan. Tapi kami pernah ketemu dengan salah satu dari mereka, dengan pasangan lain, mereka pemain bagus. Kami pernah menang kalah. Tapi kali ini puji Tuhan kami bisa mengatasi itu. Kami main nothing to lose dan akhirnya bisa menyumbangkan poin buat Indonesia,” pungkas Greysia.
Dengan kemenangan Greysia/Nitya praktis membuat pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tak perlu turun bertanding.
Di babak semifinal hari ini (16/5), Indonesia akan bertemu dengan tim China yang merupakan unggulan pertama.
“Untuk semifinal, siapapun yang akan jadi lawan, kami siap untuk menghadapi mereka. Karena mereka juga masih di atas kami. Jadi mau tampil berani aja, kami pernah menang pernah kalah juga. Tapi ini adalah tim, semua yang diturunkan harus bisa bekerja sama. Besok semoga Tuhan bisa kasih jalan buat kita supaya bisa menang,” lanjut Greysia.
“Kami tidak merasa terbebani meski sektor ganda diandalkan untuk merebut poin. Karena ini adalah sebuah tim. Tanpa pemain tunggal pun kita nggak bisa menyelesaikan ini,” sambung Nitya.
Jika tim piala Sudirman Indonesia bisa menumbangkan tim China dan maju ke babak final, maka target yang dicanangkan oleh PBSI tercapai. (AR)
