
Setelah Jonatan Christie sukses memulangkah pebulutangkis senior Thailand, Boonsak Ponsana di final kualifikasi BCA Indonesia Open Superseries Premier 2015. Kejutan kembali didatangkan oleh barisan muda Cipayung ini. Anthony Sinisuka Ginting sukses memulangkah pemain senior lainnya, yang jadi korban Anthony adalah peraih perunggu Olimpiade 2004, Sony Dwi Kuncoro.
Game pertama, Anthony terlihat sangat mendominasi lajunya pertandingan. Ia berhasil memenangkan game pembuka ini dengan skor telak 21-9. Sementara di game kedua, Anthony dipaksa lebih bekerja keras. Setelah bertarung selama 28 menit, Anthony baru bisa memenangkan laga dengan 21-16.
“Di pertandingan ini saya mengingat pertandingan lawan Sony di Vietnma Challenge, saya kalah waktu itu. Karena Mas Sony juga bermain lebih pintar. Apalagi memang dia lebih senior,” ujar Anthony usai laga.
Di Vietnam International Challenge bulan Maret lalu, Anthony harus mengakui keunggulan Sony dengan 16-21 dan 14-21. “Tadi di lapangan juga kayaknya Sony seperti agak masalah dengan pinggang, dan hal ini jadi keuntungan buat saya. Saya mencoba untuk membuat permainan rally dan penempatan bola yang menyulitkan,” lanjut atlet SGS PLN ini.
Seiring dengan Jonatan, ini adalah kali pertama Anthony berlaga di turnamen selevel Superseries Premier dan bertanding dihadapan pecinta bulutangkis di Istora. “ Ini pengalaman pertama main super series, kualifikasi pertama sempet tegang, tapi main kedua sudah mulai bisa mengatasi hal itu,” pungkasnya.
Di babak utama, Anthony akan berjumpa dengan wakil Prancis, Brice Leverdez.
