Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [BCA Indonesia Open 2015] Akane Pilih Turnamen Antar SMA Dibanding Kejuaraan Dunia
05 Juni 2015
[BCA Indonesia Open 2015] Akane Pilih Turnamen Antar SMA Dibanding Kejuaraan Dunia
 
 

Nama Akane Yamaguchi pertama mencuat di peta persaingan tunggal putri dunia saat dirinya yang usai menjuarai Kejuaraan Dunia Junior 2013 lalu, berhasil menjadi juara di Japan Open Superseries. Di turnamen superseries yang digelar di negaranya, Akane sukses memberikan kejutan demi kejutan hingga akhirnya benar-benar berhasil menjadi juara.

Kala itu, Akane membuat kejutan di babak kedua, dimana ia berhasil menghentikan langkah tunggal putri kedua India, PV Sindhu. Ia menang dengan 21-6 dan 21-17. Kemudian, seniornya, Yui Hashimoto pun berhasil ia kalahkan di perempat final dengan skor cukup menjanjikan, 21-12 dan 21-16.

Di semifinal, giliran unggulan enam, Tai Tzu Ying asal Taipei yang menjadi korbannya. Ia menang tipis 26-24 di game pembuka, dan akhirnya menang 21-14. Di partai puncak, ia berhasil menjadi juara usai lagi-lagi menghentikan langkah rekan senegaranya, Shizuka Uchida. Ia menang dengan 21-15 dan 21-19.

Nama besar lain yang pernah menjadi korban keultan dan permainan cepatnya adalah juara dunia 2013, Ratchanok Inthanon yang pernah ia tundukkan di BWF Destination Dubai World Superseries Finals 2014 lalu. Ia menang dengan 21-15, 16-21 dan 21-12.

Wang Shixian dan Wang Yihan pun pernah menjadi korbannya. Tak tanggung, ia menghentikan Wang Shixian dihadapan publiknya sendiri di China Open 2014 lalu. Ia menang dengan dua game langsung 21-14 dan 21-10. Sementara Wang Yihan ia kalahkan di Dubai dengan skor 21-16, 17-21 dan 21-15.

Catatannya ini pun membuatnya menempati urutan 11 di ranking dunia saat ini. Namun, ada yang cukup unik dari pilihan Akane. Agustus mendatang agenda akbar bulutangkis dunia akan kembali digelar di Jakarta yaitu Kejuaraan Dunia.

Sayang, Akane mengaku akan absen di turnamen ini.

“Akane akan fokus untuk bermain turnamen antara SMA di Jepang, waktunya bersamaan dengan Kejuaraan Dunia,” ujar sang Pelatih, Park Joo Bong saat ditemui di Istora.

Pilihan Akane pun memang bisa dikatakan pilihan yang cukup unik. Saat beberapa pemain dunia berjibaku untuk berebut tempat agara bisa bermain di turnamen bergengsi ini, Akane justru memilih untuk membela sekolahnya.

“Ini tahun terakhir Akane di SMA, makanya ia lebih memilih hal ini. Dia tetap harus fokus untuk sekolah dulu, baru setelah itu dia bisa menentukan turnamen yang lain,” pungkas pelatih yang melatih Jepang sejak 2004 ini.