Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Indonesia International Challenge 2015] Gregoria: "Masa sih Tidak Bisa ke Final?"
05 September 2015
[Indonesia International Challenge 2015] Gregoria: "Masa sih Tidak Bisa ke Final?"
 
 

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska berhasil melangkah ke final Indonesia International Challenge 2015. Ia melaju ke partai puncak usai menghentikan seniornya, Hera Desi Ana Rachmawati dalam drama tiga game Sabtu (5/9) sore.

Di game pembuka, Gregoria sempat dipaksa tak bisa keluar dari tekanan. Ia harus kehilangan game pembuka ini dengan 15-21. Keadaan di awal game kedua pun belum berubah, Gregoria kerap tertinggal atas seniornya di Mutiara Cardinal itu. Namun, perlahan Gregoria seakan menemukan permainannya. Ia pun berhasil membalikkan keadaan untuk merebut game kedua dengan 21-17.

Game penentu, Gregoria sempat berhasil memimpin 7-2. Tetapi beberapa kesalahan yang ia lakukan membuat skor imbang dikedudukan 12. Kejar mengejar angka tak bisa dihindari, Gregoria mengunci riahan skor Hera diangka 15. Sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan 21-17.

“Di game pertama saya kurang sabar kalau diajak bermain rally, inginnya buru-buru mematikan bola. Jadinya tertinggal, dan sepertinya saya pasrah kurang mau memaksa. Tetapi di game kedua saya bisa melihat kalau saya punya peluang,” ujar Gregoria usai laga.

Di sisi lain, Hera mengaku bahwa di game kedua dirinya sempat kehilangan fokus. “Di game kedua saat memimpin dan terkejar, saya malah jadi bingung sendiri. Saat bermain rally tapi bolanya tidak mati, disitu saya jadi bingung. Kalau di game ketiga harus saya akui saya kalah stamina,” ujar Hera yang merupakan senior Gregoria di Mutiara Cardinal.

Gregoria pun mengaku bahwa motivasinya untuk bisa ke final cukup besar setelah ditambah suntikan semangat dari sang pelatih, Edwin Irianwan. “Pelatih mengingatkan saya untuk tidak fokus terhadap poin saya yang tertinggal, tapi harus fokus pada usaha dapat angka. Saya juga berfikir sudah sampai semifinal, kok tanggung ya, masa iya tidak bisa ke final,” ujarnya.

Di partai puncak, Gregoria sudah dinanti oleh Tee Jing Yi, unggulan tiga dari Malaysia. Tee melaju setelah membungkam atlet Korea, Kim Na Young. Tee menghentikan langkah atlet yang merangkak dari babak kualifikasi itu dengan 21-18 dan 21-8.

Sayang, langkah Reksy Aureza Megananda harus terhenti di semifinal. Ia dipaksa mengakui keunggulan Jeon Hyeok Jin, unggulan dua asal Korea dengan 13-21 dan 20-22. Ini artinya, Indonesia tinggal berharap kepada Sony Dwi Kuncoro yang baru akan melakoni semifinal di partai terakhir hari ini (5/9). Ia akan berjumpa dengan Soo Teck Zhi dari Malaysia.