Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Hongkong Open Super Series 2015] Seluruh Wakil Indonesia Terhenti
22 November 2015
[Hongkong Open Super Series 2015] Seluruh Wakil Indonesia Terhenti
 
 

Babak final kejuaraan bulutangkis Hongkong Open Super Series 2015 tak menyisakan tempat  untuk para pemain Indonesia. Seluruh wakil Indonesia yang bertanding di babak semifinal kemarin gagal melangkah ke babak puncak usai di kalahkan lawan-lawannya. Praktis, babak semifinal menjadi prestasi terbaik yang di torehkan para  punggawa Cipayung.

Pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari kembali takluk di tangan pasangan China, Yu Yang/Tang Yuanting untuk ketiga kalinya. Peluang untuk membuka kemenangan sempat terjadi di game pertama. Tetapi akhirnya kandas dengan 20-22. Di game kedua, ganda Indonesia tak bisa bangkit dan terus tertekan hingga akhirnya kalah dengan 11-21.

Kualitas kami setara sejauh ini dan kalau mereka sudah menang di game pertama, mereka punya kepercayaan diri lebih. Tapi sebenarnya kalau kami bisa mengimbangi dengan kualitas kami, sebenarnya masih bisa. Cuma karena mereka sudah berpengalaman, terutama Yu Yang yang levelnya masih di atas kami, ketika poin-poin genting dia lebih tenang. Itu yang harus kami perhatikan, menjaga ketenangan di lapangan. Khususnya untuk saya. Karena saya dan Yu Yang sama-sama playmaker, kami sama-sama mencari permainan, tapi hari ini Yu Yang mainnya lebih tenang dari saya,” ujar Greysia kepada badmintonindonesia.org.

Di ganda putra, pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tak bisa memanfaatkan empat kemenangan yang telah diraihnya atas ganda Mathias Boe/Carsten Mogensen. Juara All England 2014 asal Indonesia ini dihentikan Boe/Mogsen dengan rubber game 21-14, 12-21, 16-21.Pecah telur akhirnya terjadi di kejuaraan yang menyediakan hadiah total USD 350.000,-.  Untuk pertama kalinya, ganda Denmark ini menang dari Ahsan/Hendra.

Mereka mainnya bagus, rapat pertahanannya,” tutur Hendra mengomentari lawanya.

Di game kedua mereka merubah permainan juga. Sudah ngadu-ngadu di lapangan. Tapi mereka hari ini lebih baik. Di game ketiga juga banyak out-out karena angin. Tapi di samping itu posisi kami juga tertekan. Jadi perasaan sudah pelan juga ternyata masih out. Memang itu bukan jadi alasan buat kami. Mereka lebih baik di game dua dan tiga,” tambah Ahsan.