Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [BWF World Junior Championships 2017] Lebih Dekat Dengan An Se Young
13 Oktober 2017
[BWF World Junior Championships 2017] Lebih Dekat Dengan An Se Young
 
 

Nama An Se Young bisa jadi masih terdengar asing. Pebulutangkis yang lahir di Gwangju, 5 Februari 2002 ini memang terbilang masih junior. Bahkan saat dijumpai tim www.pbdjarum.org, ia pun terlihat malu-malu. Dia sesekali hanya tersenyum dan menunduk.

Tetapi jika kita mengingat kembali, An lah yang memupuskan harapan Indonesia untuk menjadi juara beregu di Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2017. Kala itu, An berhasil bangkit dan berhasil mengalahkan tunggal putri andalan tanah air, Gregoria Mariska Tunjung. An berhasil menang dengan 21-19, 7-21 dan 22-20 dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2, hingga akhirnya Indonesia kalah 2-3.

“Dibandingkan yang lain saya memang paling muda, tetapi meski demikian saya mencoba untuk melakukan apa yang bisa saya lakukan. Saya mau lakukan apa saja yang dia bantu untuk tim,” ujar An.

Di usianya yang ke 15 ini, An sudah kerap tampil di berbagai kejuaraan junior internasional. Ia menuturkan awal karir bulutangkisnya dimulai di sekolah di kampung halamannya di Gwangju. Ia diarahkan pelatih di sekolah untuk menekuni bulutangkis.

“Pelatih mengarahkan saya untuk menekuni bulutangkis, dan saya juga memang senang dengan bulutangkis. Saya mulai berlatih bulutangkis sejak kelas dua SD, usia saya tujuh tahun saat itu,” ceritanya.

Ia pun ternyata bermimpi untuk bisa menjadi pemain tunggal kelas dunia. Pemain yang mengidolakan Sung Ji Hyun ini mengaku lebih memilih menjadi pemain tunggal dibanding pemain ganda. “Lebih ingin jadi pemain tunggal, karena pemain tunggal lebih sulit dan saya merasa lebih tertantang,” ujarnya.

Mengenai capaiannya di nomor beregu, dirinya mengaku bangga karena bisa membawa Korea hingga ke semifinal meskipun hanya dengan tiga rekan lainnya. “Saya tentu senang bisa sampai ke semifinal, apalagi kami hanya berempat. Meskipun harus terus bermain, saya tetap semangat. Saya ingin bisa menunjukkan hasil latihan saya,” ujar penghuni kelas tiga SMP ini.

Baca juga: [BWF World Junior Championships 2017] Tiongkok Tantang Malaysia di Partai Puncak

Ia pun mengakui dirinya kadang dihinggapi rasa bosan dan jenuh saat berlatih. Tetapi ia menuturkan bahwa keluarganya menjadi pendukung terbesarnya. “Saat jenuh saya selalu mendapat dukungan dari keluarga, dan adik saya pun saat ini bermain bulutangkis juga,” ujarnya.

Perjalanannya ke Yogyakarta kali ini, bukan kali pertama ia datang ke Indonesia. Ia pernah datang ke Jakarta dan Kudus untuk bertanding. Ia mengaku tak memiliki makanan favorit, tetapi ia hanya menyukai satu hal. “Saya suka cemilan udang, kerupuk udang,” tuturnya.

Di lapangan, An memang bisa dibilang seakan tak punya rasa takut. Siapapun lawannya ia selalu memaksa lawannya untuk bekerja keras mencuri angka darinya. Ia pun menurutkan salah satu rahasia terbesarnya adalah dengan menjaga apa yang ia pikirkan selama laga.

“Untuk mengatasi tekanan atau rasa tegang di lapangan, saya selalu berpikir kalau saya bisa, saya bisa. Kalau saya berpikir bahwa semuanya akan sulit, pasti akan jadi sulit. Saya berusaha untuk terus berpikir positif bahwa saya bisa,” pungkasnya menutup perbincangan.

Usai di laga beregu, An pun akan turun di nomor perorangan. Undian nomor perorangan sendiri akan digelar besok (14/10) setelah laga final beregu usai. (RI)

Baca juga: [BWF World Junior Championships 2017] Malaysia Mulus ke Partai Puncak