
Babak semifinal kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2018 antara Indonesia melawan Jepang layaknya pertarungan antara David dan Goliath. Bagaimana tidak, Jepang saat ini menjadi kekuatan utama percaturan bulutangkis putri. Jepang bahkan sanggup menggeser kedigjayaan Tiongkok yang sudah lama malang melintang. Lihat saja pada daftar peringkat dunia, putri-putri negeri matahari terbit ini begitu mendominasi. Dua pemain putri Jepang nangkring dalam peringkat sepuluh besar dunia. Di ganda putri malah lebih luar biasa. Tiga ganda Jepang menjadi ganda nomor dua, empat dan enam. Di luar itu masih ada dua ganda Jepang yang masuk dalam dua puluh besar dunia.
Sementara para Srikandi Indonesia hanya baru bisa menampilkan pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu yang saat ini sudah berada pada peringkat tujuh dunia. Dua tandem Greysia/Apriani ada di peringkat 14 pada Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan peringkat 29 dunia untuk Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Sementara di barisan tunggal, peringkat terbaik ada di urutan 29 dunia dan di pegang oleh Fitriani. Hanna Ramadini masih ada di peringkat 38 sementara Gregoria Mariska berada di 48 dunia. Ruseli Hartawan malah ada di urutan 81 dunia.
Sususan daftar pemain untuk babak semifinal hari ini (10/2) sudah di keluarkan. Indonesia tetap mengusung Fitriani sebagai lokomotif tim. Ia akan bersua tunggal putri nomor satu Jepang saat ini Akane Yamaguchi. Memang data statistik belum pernah mempertemukan kedua pemain ini. Hanya saja perbedaan peringkat sudah mencerminkan prestasi keduanya. Berkaca pada partai Indonesia melawan Tiongkok, berharap Fitriani bisa mencuri kemenangan kembali.
Greysia Polii/Apriani Rahayu kembali di harapkan untuk bisa menyumbangkan angka. Namun sayangnya mereka akan bertemu tembok Jepang, Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo, lawan yang belum pernah bisa di kalahkan dari tiga kali pertemuan. Yang paling anyar, Greysia/Apriani menyerah di babak final Indonesia Masters 2018.
Baca juga: [Badminton Asia Team Championships 2018] Indonesia Tampilkan Ganda Yang Beda
Di tiga sisa partai berikutnya merupakan perjumpaan pertama semua. Gregoria Mariska Tunjung yang akan tampil pada partai ketiga, baru kali ini berhadapan dengan Nozomi Okuhara. Hal yang sama juga dengan ganda kedua Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Ini kali pertama mereka bertemu dengan ganda Jepang berperingkat empat dunia, Yuki Fukishima/Sayaka Hirota. Di partai pamungkas, Ruseli Hartawan akan menjamu Sayaka Sato, pemain beperingkat 13 dunia yang tahun lalu sempat menjadi juara BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017.
Secara peringkat dan prestasi memang para pemain Jepang masih unggul. Tetapi bermain beregu tentu berbeda dengan tunggal. Besarnya tekanan bermain di nomor beregu akan turut mempengaruhi penampilan pemain di lapangan. Yang lebih banyak berbicara kini adalah masalah non teknis ketimbang teknis. Mungkin sisi ini yang bisa di manfaatkan oleh para pemain Indonesia termasuk memompa semangat bertanding. Apalagi Indonesia pernah merasakan situasi yang sama pada tahun 1994 dan 1996. Masa itu para pemain Tiongkok begitu superior. Tetapi Susi Susanti dan kawan-kawan mampu membalikkan keadaan dan bisa merebut Piala Uber dari Tiongkok.
Good Luck Tim Indonesia (AR)
Baca juga: [Badminton Asia Team Championships 2018] Tim Putri Tertinggal 0-1 Dari Jepang
