
Anthony Sinisuka Ginting menjadi satu dari dua atlet bulutangkis Indonesia dari sektor tunggal putra yang sudah pasti lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Pemain yang saat ini berada pada peringkat lima dunia berangkat bersama-sama dengan Jonatan Christie menjadi wakil merah putih pada ajang olahraga terbesar sejagat.
Berbeda dengan Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan dan Greysia Polii yang sudah lebih dari satu kali bertanding membawa nama Indonesia di Olimpiade, Anthony baru kali ini merasakannya. Tampil perdana jelas membuat dirinya bangga. Tetapi ia tidak mau hal ini membebani pikiranya.
"Pasti excited karena siapa yang tidak mau main Olimpiade. Tapi tetap saya manage pikiran juga, jangan terlalu berlebihan tapi jangan terlalu turun juga karena belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya. Kadang kalau terlalu excited banget, semangat menggebu-gebu malah tidak bisa kontrol di lapangannya," ujar Ginting kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Anthony memiliki bekal yang kuat menuju ajang yang biasanya diadakan setiap empat tahun sekali. Gelar Korea Open 2017, Juara Indonesia Master 2018, Juara China Open 2028, Juara Indonesia Masters 2019 berhasil direngkuhnya. Satu keping medali perunggu perorangan pada Asian Games 2018 juga ia sumbangkan bagi kontingen Indonesia. Tak salah jika ia menjadi salah satu kandidat kuat bagi Indonesia untuk bisa membawa pulang medali ke tanah air.
Pesaing utama baginya akan datang dari pemain Jepang, Kento Momota lalu duo Denmark, Viktor Axelsen dan Anders Antonsen. Chou Tien Chen asal China Taipei juga patut diperhitungkan. Dan yang tidak kalah pamor adalah pemain Tiongkok, Chen Long. Sebagai juara bertahan, Chen Long akan mencoba merebut kembali medali yang pernah ia raih pada olimpiade Rio 2016 walau ia tidak pernah tampil bertanding di masa pandemi Covid-19. Jonatan Christie yang merupakan rekannya juga bisa menjadi kuda hitam.
Untuk menambah semangat dan daya juang, Anthony berupaya mengenang kembali bagaimana perjuangannya pada saat ia bertanding di Asian Games 2018 dan kemenanganya saat ia meraih gelar juara lainnya.
"Saya mencoba mengingat kembali momen-momen di mana saya bisa bermain bagus dengan fighting spirit yang tinggi. Misalnya seperti di minggu-minggu Asian Games 2018 atau di China Terbuka 2018. Diingat-ingat lagi bagaimana bisa sampai di titik itu. Semangatnya mau saya bawa ke Olimpiade nanti," pungkasnya. (AR)
