Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Menuju Olimpiade 2020] Melati Menatap Olimpiade Bersama Praveen
13 Juli 2021
[Menuju Olimpiade 2020] Melati Menatap Olimpiade Bersama Praveen
 
 

Indonesia punya kesempatan untuk meraih medali pada ajang Olimpiade Tokyo 2020. Cabang olahraga bulutangkis kembali diandalkan oleh kontingen Indonesia. Dari lima sektor yang dipertandingkan, Indonesia punya kartu as salah satunya dari ganda campuran. Ada pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di sana.

Kiprah Melati memang begitu panjang dan berliku. Ia sempat bermain di sektor ganda putri, sebelum akhirnya mantap hijrah di ganda campuran. Di sektor terakhir ini pun ia pernah beberap kali berganti pasangan. Karir di ganda campuran diawali saat ia menjadi juara BWF World Junior Championships 2012 bersama dengan Edi Subaktiar. Kemudian ia sempat dicoba dengan Alfian Eko Prasetyo dan Ronald Alexander. Tapi memang prestasinya lebih menonjol dengan Praveen Jordan. Di tahun 2019 ia membawa dua title gelar juara dari kejuaraan BWF World Tour Super 750 French Open dan BWF World Tour Super 750 Denmark Open. Lalu di tahun 2020 gelar paling bergengsi All England juga bisa ia persembahkan untuk Indonesia. Tak salah jika kemudian Indonesia berharap banyak pada pasangan Melati.

Baru kali ini Melati mengikuti kejuaraan multi Event Olimpiade. Hadir sebagai unggulan keempat, Melati dengan pasangannya Praveen, berada di Grup C bersama dengan pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Ada ganda Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje juga di situ. Pasangan Australia, Simon Wing Hang Leung/Gronya Somerville juga tercantum namanya di grup yang sama.

Melati tidak mau lengah walau dua pasangan yang ada di grupnya pernah ia kalahkan. Dengan ganda Jepang sudah empat kali bertemu dan rekor pertemuan masih imbang 2-2. Kemenangan mutlak 2-0 diperoleh Melati dan Praven dari ganda Denmark. Sementara dengan Simon/Gronya, belum sekali pun Melati bertemu.

Melati tidak mau lengah pada ajang ini.

"Melihat drawing cukup baik, head to head kita tidak kalah tapi ini Olimpiade. Jadi siapapun lawannya tidak boleh lengah," ujar Melati kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.

"Satu langkah demi satu langkah saja dulu. Semua lawan harus diwaspadai, tidak boleh fokus ke salah satu," pungkasnya.