Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Kilas Balik Indonesia Juara Uber Cup 1996] Indonesia Pertahankan Piala Uber
15 April 2026
[Kilas Balik Indonesia Juara Uber Cup 1996] Indonesia Pertahankan Piala Uber
 
 

Semula banyak yang menyangsikan jika keberhasilan Indonesia merebut Piala Uber pada tahun 1994 yang dilangsungkan di Jakarta hanya karena faktor tuan rumah saja. Istora dengan kesakralannya dianggap memegang peranan atas kemenangan Indonesia atas China pada babak final.  Tapi pemikian negatif tentang tim Piala Uber Indonesia langsung terpatahkan. Susy Susanti dan kawan-kawan menjawabnya dengan kemenangan kembali Indonesia atas China pada babak final edisi tahun 1996. Bahkan Indonesia menang di Hongkong yang jelas-jelas merupakan bagian dari negara China.

Kekuatan kala itu masih cenderung sama seperti tahun 1994. Hanya saja Susy secara perlahan prestasinya mulai menurun walau masa itu tetap sebagai tunggal putri nomor tiga dunia. Selain Susy, Indonesia tetap membawa Mia Audina dan Yuliani Sentosa. Nama baru muncul pada susunan pemain tunggal yakni Meiluawati dan Lydia Djaelawijaya. Pada sektor ganda putri tetap mengandalkan Eliza Nathanael/Zelin Resiana dan Lili Tampi/Finarsih serta Deyana Lomban sebagai pemain cadangan.

Lawan Indonesia dibabak final tetap datang dari China. Negeri tirai bambu hadir ke Hongkong dengan kekuatan yang luar biasa. China memboyong Ye Zhaoying yang menjadi pebulutangkis putri nomor satu dunia masa itu. Ada juga ganda putri nomor satu Ge Fei/Gu Jun. Tak hanya itu, China yang mengusung pemain bertabur bintang seperti Wang Chen, Zhang Ning dan Hang Jing Na. Selain Ge Fei/Gu Jun di ganda putri masih ada Qin Yiyuan /Tang Yongsu.

Pertandingan klasik antara Susy Susanti dengan Ye Zhaoying terjadi pada partai pembuka. China sempat bersorak ketiga pemain pujannya merebut gim pertama dengan 4-11. Tetapi Susy langsung membalas dengan kemenangan pada gim kedua dengan 11-5. Susy yang sudah berada pada permainan terbaiknya kembali bisa memenangkan pertandingan pada gim ketiga dengan 11-5. Susy membawa kemenangan Indonesia untuk sementara dengan 1-0.

Eliza/Zelin yang turun pada partai kedua belum bisa menaklukkan ganda putri terbaik China Ge Fei/Gu Jun. Eliza/Zelin kalah dalam pertandingan tiga gim 15-7, 8-15, 12-15. Kekalahan Eliza/Zelin membuat skor langsung berubah imbang 1-1.

Mia tampil impresif pada partai ketiga. Semula ia sempat diragukan karena terbentur cedera. Yang terjadi di lapangan ia bisa membungkam Wang Chen dengan 11-4, 11-6. Skor secara keseluruhan menjadi 2-1 untuk Indonesia.

Kemenangan Indonesia ditentukan pada partai keempat yang memainkan sektor ganda putri. Indonesia menurunkan Finarsih/Lili Tampi dan bertemu Qin Yiyuan /Tang Yongsu. Kepercayaan yang diberikan kepada Finarsih/Lili Tampi dijawab dengan kemenangan. Hanya dalam dua gim Finarsih/Lili Tampi menang 15-9, 15-10, sekaligus membawa Indonesia mempertahankan Piala Uber. Secara keseluruhan Indonesia menang atas China dengan 3-1.

Walau sudah unggul 3-1, Meiluawati tetap menambah kemenangan Indonesia atas China. Ia menutup perjuangan Indonesia atas China menjadi 4-1 usai menaklukkan Zhang Ning dengan kedudukan akhir 11-6, 11-2. (AR)