
Serasa berbeda jika melihat tim Uber Cup 2026 kali ini. Tidak ada lagi tarian Gregoria Mariska yang membasahi karpet hijau dengan keringat. Pose-pose ikonik Gregoria saat gagal mendapatkan angka juga tak akan nampak pada edisi Uber Cup 2026 yang akan dilaksanakan di Horsens, Denmark. Gregoria terpaksa absen karena proses masih dalam proses penyembuhan. Tugas dan tanggung jawab Gregoria kini dialihkan kepada Putri Kusuma Wardani yang kini menjadi tunggal putri terbaik Indonesia saat ini.
Bagi Putri, ini menjadi kali ketiga keikutsertaannya membela tanah air pada ajang Uber Cup. Pengalamannya pertama pada tahun 2020 lalu saat pelaksanaan di Aarhus Denmark. Lalu pada pada edisi 2024 di Chengdu, China, Putri juga menjadi salah satu tunggal putri yang dibawa.
Indonesia sangat berharap banyak pada Putri. Ia diharapkan menjadi pemain kunci pembuka jalan kemenangan bagi Indonesia. Menjadi panutan dengan semangat pantang menyerah yang biasa ia tampilkan.
Tugas putri memang berat. Sebagai tunggal pertama, kemungkinan besar ia akan bertemu dengan dengan tunggal pertama dari masing-masing negara peserta. Sebut saja seperti An Se Young, Wang Zhi Yi ataupun Akane Yamaguchi. Satu nama lagi yang masuk dalam radar pantauan adalah Chen Yu Fei. Empat pemain papan atas dunia ini masih sulit untuk ditembus oleh Putri. Tunggal putri nomor satu dunia Korea, An Se Youung sudah sembilan kali mengalahkannya tanpa balas. Dengan Anake dan Wang Zhi Yi pun sama. Dari tujuh kali pertemuan, semuanya dimenangkan oleh lawan. Dengan Chen Yu Fei, Putri sudah menjamu sebanyak tiga kali, dengan hasil nir kemenangan.
Beruntungnya pada putaran penyisihan, Indonesia masih terhindar dari China, Korea dan Jepang. Indonesia berada pada grup C bersama Chinese Taipei, Kanada dan Australia. Jika Chinese Taipei menurunkan Chiu Pin Chian yang menjadi tunggal terbaiknya saat ini, peluang Putri untuk memenangkan pertandingan begitu terbuka. Putri sudah empat kali menang dan satu kali kalah dari lawan berperingkat 15 dunia. Michele Li yang menjadi ujung tombak Kanada pernah dua kali dihentikan oleh Putri. Secara peringkat pun Putri masih lebih baik jika dibandingkan dengan tunggal putri dari Australia. (AR)
