
Partai ketiga babak penyisihan grup D Indonesia vs Prancis di Piala Thomas 2026, gagal direbut pemain tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting.
Setelah berjuang selama 85 menit di lapangan, Anthony harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov dalam tiga game dengan skor akhir 22-20, 15-21, 20-22. Kekalahan ini memperkecil peluang Indonesia untuk melaju ke babak perempat final.
“Memang sudah sangat dipersiapkan pertandingan ini, maksudnya waktu dipilih jadi main di tunggal ketiga dan sudah tahu juga kurang lebih calon-calon lawannya siapa. Ada diskusi juga dengan tim tunggal putra untuk menambah buat insight. Karena mungkin Jonatan juga pernah lawan, yang lain mungkin pernah nonton Toma seperti apa. Jadi memang sama-sama memberikan point of view-nya masing-masing. Itu yang sudah dipersiapkan dan sebenarnya sudah cukup bisa menerapkan strategi dengan baik,” jelas Anthony dari Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4).
“Kuncinya di game kedua ketika Toma mulai mengubah pola permainan dan saya ikut masuk ke pola permainan dia. Lalu di game ketiga bisa menemukan ritme lagi, sempat unggul di interval. Tapi ya menjelang akhir ada keserimpet yang membuat kakinya sedikit kram. Kendala yang dirasakan itu coba tidak dirasakan, terus coba karena saya melihat masih ada kesempatan. Dia pun terlihat ada tegang dengan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri,” papar Anthony soal laganya.
“Tapi memang tidak banyak pilihan pola permainan yang bisa saya mainkan jadi ketika dia kembali menemukan ketenangannya, saya mulai kesulitan dengan banyak harus berlari mengejar bola,” lanjutnya.
Anthony mengatakan tak ada ketegangan yang ia rasakan, meski turun dalam posisi Indonesia tertinggal 0-2. Sayangnya, perjuangan Anthony kali ini belum membuahkan hasil positif untuk timnya.
“Sejujurnya tidak ada tegang yang besar saat masuk lapangan karena memang semua di tunggal peluangnya 50-50. Dengan peringkat mereka yang lebih tinggi di atas kertas memang jadi tantangan dan itu yang saya pikirkan. Tidak mau berpikir match pertama seperti apa, match kedua seperti apa. Saya mau coba challenge diri saya sendiri tadi di lapangan. Apa yang sudah dilatih di Jakarta, di training camp, apa yang sudah dipersiapkan coba buat diterapkan tanpa fokus ke skor besarnya,” tutup Anthony.
Dengan peluang yang kian menipis, Indonesia kini berharap pada dua ganda putra yang turun di partai berikutnya. Dimana Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani akan berhadapan dengan Eloi Adam/Leo Rossi, sementara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dengan Christo Popov/Toma Junior Popov. (NFA)
