
Butuh tiga gim bagi pebulutangkis putra Indonesia Jonatan Christie untuk menyudahi pertandingan babak pertama yang dimainkan hari ini (22/7) pada kejuaraan Victor China Open 2026. Lebih dari satu jam atau tepatnya 67 menit bagi Jonatan untuk menaklukkan ganda dari Jepang Yudai Okimoto dengan skor 21-17, 6-21, 21-13.
Jonatan atau Jojo ternyata juga mengalami gangguan dari kondisi lapangan yang berangin dan shutlecock yang digunakan. Ia tidak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya terutama pada gim kedua. Inilah alasan mengapa ia melepas gim kedua.
“Puji Tuhan bisa keluar dari situasi yang kurang nyaman, kurang enak. Karena memang lapangan di China Open ini sedikti tricky dengan kondisi angin dan shuttlecocknya. Tadi benar-benar harus pintar berstrategi,” uap Jojo dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.
“Yodai tipe pemain yang ulet, telaten, tidak mudah dimatikan, tipikal pemain Jepang. Tadi saat di gim kedua dia sudah mulai lebih sabar dan poin saya tertinggal jauh, saya coba menyimpan energi untuk bersiap ke gim ketiga, gim penentuan. Itu sebuah pilihan yang bijak saya rasa,” sambungnya.
“Tapi di gim kedua itu juga saya sekalian cari feeling-feeling smash untuk buat momentumnya pas saat paruh terakhir gim ketiga. Dan beruntung bisa berjalan dengan baik,” tambah Jojo.
Selanjutnya besok (23/7) di babak kedua Jojo akan bertemu untuk kesepuluh kalinya dengan pemain dari Singapura Low Kean Yew. Jika rekor pertemuan menjadi acuan, peluang Jojo untuk menang lebih besar. Jojo bisa memenangkan seluruh pertandingan dari lawan yang ada diperingkat 12 dunia.
“Besok bertemu Loh Kean Yew yang punya tipe menyerang. Saya harus hati-hati dan ekstra waspada karena dengan kondisi seperti ini, pasti mainnya dia lebih masuk. Harus diantisipasi,” pungkasnya. (AR)
