
Perjalanan pebulutangkis putra Indonesia, Jonatan Christie pada kejuaraan Daihatsu Japan Open 2026 berakhir sudah. Jonatan atau Jojo tersingkir di babak pertama di kejuaraan dengan level BWF World Tour Super 750. Hadir ke Jepang sebagai unggulan, Jojo dihentikan pemain masa depan dari Thailand Panitchapon Teraratsakul dengan skor 16-21, 14-21.
Kendala terbesar bagi Jojo datang dari kondisi shutlecock yang dighunakan. Ia merasa kurang bisa cepat beradaptasi dengan laju shutlecock yang berbeda dengan yang digunakan pada saat sesi latihan.
“Pertama kondisi shuttlecock-nya cukup berbeda dari kemarin saya tes lapangan, hari ini jauh lebih kencang, jauh lebih cepat juga lajunya. Jadi tadi juga sebenarnya sedikit berubah cara mainnya, pola strateginya tapi ya tadi masih kurang bisa mengatasi perubahan cara bermainnya itu,” ujar Jojo dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.
“Bisa dibilang juga saya terlambat bereaksi dan beradaptasi terutama di gim kedua. Sempat ambil beberapa poin beruntun tapi sudah terlalu jauh beda jaraknya, cukup sulit untuk untuk mengejar. Hari ini Panitchapon juga bermain lebih agresif,” sambungnya.
“Sebenarnya main dia mirip-mirip saat kemarin bertemu di Indonesia Open tapi di sini dengan kondisi bola yang seperti tadi membuat dia lebih nyaman bermain dengan karakter dia yang lebih menyerang,” pungkas Jojo. (AR)
