Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Malaysia Junior International Challenge 2026] Peluang Terbuka, Ganda Putri PB Djarum Bidik Semifinal
21 Juli 2026
[Malaysia Junior International Challenge 2026] Peluang Terbuka, Ganda Putri PB Djarum Bidik Semifinal
 
 

Pelatih ganda putri PB Djarum, Hadi Saputra, optimistis dengan peluang anak asuhnya di ajang Malaysia Junior International Challenge 2026. Meski mengandalkan pemain-pemain muda yang baru naik level, sektor ganda putri ditargetkan mampu menembus minimal babak semifinal pada turnamen yang digelar di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur tersebut.

Pada kejuaraan ini, skuad ganda putri mengirimkan tiga wakil yang merupakan pemain kelahiran 2010. Mereka merupakan atlet dari kategori remaja akhir yang baru saja dipromosikan ke kategori taruna.

Ketiga ganda putri tersebut ialah Vica Velicia/Rachel Machalul, Aqelatul/Wilia Renasya dan Nur Hafidzah/Shafira Azzalia.

Hadi menjelaskan bahwa peluang pasukannya di turnamen ini cukup terbuka lebar, yakni 50-50. Kepercayaan diri ini didasarkan pada absennya sejumlah negara kuat di sektor ganda putri, meski ancaman dari negara lain tetap patut diwaspadai.

"Persaingan tentu tetap ada, utamanya dari Thailand dan tuan rumah Malaysia. Tapi kita masih bisa fight karena kebetulan Korea (Selatan) tidak ada, dan Jepang juga sepertinya tidak datang," ujar Hadi Saputra, Selasa (21/7).

Lebih lanjut, Hadi menilai peta kekuatan antar pemain di turnamen tahun ini terbilang cukup berimbang. Ia mengamati bahwa negara pesaing seperti Thailand juga banyak menurunkan pemain muda. Selain itu, pemain di kategori taruna dari negara lain, tidak banyak yang ikut serta, sehingga rata-rata selisih umur peserta hanya terpaut sekitar satu tahun.

Melihat kondisi tersebut, Hadi berharap capaian tahun ini bisa melampaui hasil Malaysia Junior IC edisi tahun lalu, di mana langkah ganda putri Indonesia maksimal hanya terhenti di babak perempat final.

"Harapannya minimal bisa sampai semifinal dulu. Kalau memang nanti hasilnya bisa lebih dari itu, ya Puji Tuhan," tuturnya.

Meski mematok target tinggi, Hadi menegaskan bahwa fokus utama bagi ketiga pasangan muda ini adalah pembinaan mental dan jam terbang di kancah internasional.

"Intinya mereka bisa main semaksimal mungkin untuk mendapat pengalaman dan memperbanyak jam terbang. Selain ditargetkan meraih hasil yang terbaik, turnamen ini adalah momen penting bagi mereka untuk mengasah kemampuan di level taruna," pungkas Hadi. (NFA)