
Langkah ganda campuran andalan PB Djarum, Faza Iwadh Ramdhan/Rachel Machalul Cahya Ayu, di ajang Malaysia Junior International Challenge 2026 harus terhenti di babak semifinal. Mereka menelan kekalahan usai menghadapi Irfan M Shazmir/Nur Aina Maisarah (Malaysia), Sabtu (25/7) di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur, dengan skor 7-21, 13-21.
Dalam laga semifinal yang berlangsung ketat, Faza mengakui bahwa ia dan Rachel tertinggal sejak awal permainan. Pengalaman lawan yang berstatus sebagai unggulan kedua menjadi pembeda utama dalam pertandingan penentuan tiket final tersebut.
"Kita kalah start awal sama lawan. Lawannya punya banyak pengalaman aja sih, jadi kita makin kalah di situ juga," ungkap Faza usai pertandingan.
Faza menjelaskan bahwa pasangan lawan tampil sangat solid dan nyaris tanpa kesalahan. Taktik lawan yang mengambil inisiatif serangan lebih dulu terbukti ampuh membongkar pertahanan ganda campuran PB Djarum tersebut, terutama dengan memberikan tekanan bertubi-tubi kepada Rachel.
"Kerasa (perbedaannya), karena mereka rapat banget sih. Dari awal sampai akhir bener-bener lagi nggak ada celah aja hari ini. Mereka duluan yang ngejalanin mulai dari no-lob, nyepetin partner saya cewek, sama banyak nyerang ke cewek juga kan, itu salah satu kunci mereka bisa nembus pertahanan kita," beber Faza.
Meski gagal membawa pulang gelar dari Malaysia, duet Faza/Rachel tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Pekan depan, mereka sudah harus bersiap turun gelanggang di Jakarta untuk mengikuti turnamen nasional, Piala Kapolri 2026.
Berbekal pencapaian semifinal di level internasional, Faza menyadari bahwa ekspektasi terhadap mereka akan meningkat. Kendati demikian, ia memilih untuk tidak sesumbar mengenai target pribadinya dan fokus pada proses.
"Kalau dari saya sendiri saya selalu terus nyoba aja. Saya nyoba, saya ngelakuin yang terbaik aja, hasilnya ngikutin. Harapannya bisa mencapai apa yang ditargetkan sama diri sendiri aja," tuturnya sambil tersenyum.
Lebih lanjut, Faza menegaskan bahwa dirinya enggan meremehkan peta kekuatan bulutangkis nasional. Baginya, persaingan di level nasional sama menantangnya dengan turnamen internasional.
"Berat jugalah Kapolri. Cuma ya gitu, coba terus aja dari sayanya," pungkas Faza mantap. (NFA)
