Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Dutch Junior International 2026] Atlet PB Djarum Persembahkan 2 Medali Perunggu untuk Indonesia
01 Februari 2026
[Dutch Junior International 2026] Atlet PB Djarum Persembahkan 2 Medali Perunggu untuk Indonesia
 
 

Atlet muda PB Djarum berhasil mempersembahkan dua medali perunggu untuk Indonesia pada ajang Dutch Junior International 2026 yang berlangsung di Degiro-Hal, Badmintonplein 1. Dua medali tersebut diraih dari sektor ganda campuran dan ganda putra setelah langkah wakil Merah Putih terhenti di babak semifinal pada Minggu (1/2).

Di sektor ganda campuran, pasangan Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan, Kim Tae Hyun/Yeo Seo Young, dengan skor 19-21, 11-21. Meski kalah dua gim langsung, Edsel/Atresia sempat memberikan perlawanan sengit terutama di gim pertama.

Sementara itu di sektor ganda putra, pasangan Faizal Pangestu/Anju Siahaan juga harus puas dengan medali perunggu usai takluk dari pasangan Jepang, Mahiro Oku/Masato Yamashiro, melalui pertandingan ketat 25-27, 18-21.

Laga semifinal ganda putra berlangsung dramatis. Faizal/Anju sebenarnya sudah unggul jauh 20-13 pada gim pertama. Namun, momentum berhasil dibalikkan oleh Mahiro/Masato yang kemudian merebut gim tersebut dengan skor 27-25. Pada gim kedua, pasangan Indonesia kembali berupaya bangkit, tetapi harus menyerah 18-21.

Situasi serupa terjadi di sektor ganda campuran. Edsel/Atresia sempat memimpin 17-13 pada gim pertama sebelum akhirnya kehilangan fokus dan kalah 19-21. Kekalahan di gim pembuka tersebut memengaruhi performa mereka di gim kedua.

Manajer Tim PB Djarum, Leonard Holvy De Pauw, tetap mengapresiasi perjuangan para atletnya.

Saya apresiasi atlet-atlet Djarum yang sudah berusaha maksimal dan bisa menyumbang dua medali perunggu di ganda campuran dan ganda putra,” ujarnya.

Holvy mengungkapkan bahwa evaluasi utama dari turnamen ini adalah kemampuan mempertahankan keunggulan dan menuntaskan pertandingan.

Evaluasi yang tadi saya sampaikan ke atlet-atlet, mereka sering ada kendala mempertahankan keunggulan dan menyelesaikan match-nya. Unforced errors yang jadi masalah. Ini terjadi di semua sektor,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi unggul namun gagal mengamankan gim menjadi pekerjaan rumah bersama bagi atlet, pelatih, dan tim pendukung.

Di semifinal Anju/Faizal sudah memimpin 20-13 tapi kalah 25-27. Edsel/Atre juga sudah unggul 17-13 di gim pertama namun jadi kalah 19-21. Ini yang jadi PR kita semua, baik atlet, pelatih maupun koordinator,” tambah Holvy.

Meski demikian, hasil dua medali perunggu tetap menjadi capaian positif bagi tim muda PB Djarum di turnamen level internasional tersebut. Tim berharap dapat memperbaiki performa pada turnamen berikutnya yang akan digelar di Jerman pekan depan.

Semoga di Jerman minggu depan kita bisa tampil lebih baik dan mendapatkan hasil yang lebih maksimal,” tutup Holvy. (AH)