Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [MILKLIFE Superliga Junior 2026] Dihadiri China Persaingan Makin Sengit
03 November 2026
[MILKLIFE Superliga Junior 2026] Dihadiri China Persaingan Makin Sengit
 
 

MilkLife Superliga Junior 2026 yang saat ini sedang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah berjalan seru. Persaingan di Superliga Junior kali ini semakin sengit dengan kehadiran tim China. Manager Tim PB Djarum Fung Permadi, juga menyoroti peta persaingan yang bakal tersaji.

Menurutnya, absennya salah satu kekuatan, yakni Thailand serta kehadiran debutan internasional, China, membuat peta persaingan tahun ini menjadi sangat dinamis. Untuk itu, target PB Djarum akan fokus pada esensi utama pembinaan usia muda di pertandingan sistem beregu. Pengalaman bertanding di level kompetitif tinggi diharapkan menjadi modal penting untuk regenerasi atlet nasional.

“Absennya tim-tim kuat asal Thailand seperti Banthongyord Badminton School membuat dinamika kompetisi sedikit bergeser, meski kami tetap mewaspadai keikutsertaan negara kuat lainnya seperti China dan China Taipei. Target utama kami bukan sekedar memburu gelar, melainkan memberikan jam terbang dan pengalaman bertanding beregu sedini mungkin kepada para atlet. Pengalaman penting ini dipersiapkan agar mereka siap mental ketika kelak mewakili Indonesia di kancah internasional,” ujar Fung Permadi.

Tahun lalu, PB Djarum berhasil mengamankan dua gelar juara yakni U-15 Putra dan U-19 Putra. Dominasi di sektor putra ini akan berusaha dipertahankan. Radithya Bayu Wardhana yang baru saja menyandang titel juara di ajang BWF World Junior Championship 2026, kini diandalkan di sektor U-19 Putra.

“Sejauh ini, menurut saya rival terberat adalah PB Jaya Raya untuk tim Indonesia. Kalau tim negara luar, kami belum tahu permainannya seperti apa. Tapi, apapun itu, saya berharap dapat memberikan penampilan yang maksimal dan bisa menyumbang poin untuk tim dan memberikan gelar juara bagi PB Djarum,” tutur Radithya.

Sementara itu, di sektor putri, atlet PB Djarum U-19 Putri, Atresia Naufa Candani, tetap optimistis ia dan timnya dapat meraih hasil optimal. Menurutnya, keberanian dan kekuatan mental saat menghadapi tekanan di lapangan menjadi faktor penting yang dapat menentukan hasil akhir pertandingan.

"Menurut saya, lawan terberat di turnamen ini mungkin berasal dari klub luar negeri. Namun, chemistry di tim kami juga sudah terbentuk karena sebelumnya kami cukup sering mengikuti turnamen beregu dengan pemain-pemain yang sebagian besar sama. Dari segi teknik kami tidak kalah dari pemain-pemain luar negeri. Pada akhirnya, pemain yang memiliki mental lebih berani akan mampu mengatasi tekanan dan situasi pertandingan di lapangan. Saya juga yakin kami mampu menjadi juara karena itulah targetnya," ujar Atresia.