Turnamen Nasional
Home > Berita > Turnamen Nasional > Real Final di Piala Thomas
26 Mei 2012
Real Final di Piala Thomas
 
 

Final perebutan piala Thomas akhirnya mempertemukan dua tim terbaik China dengan Korea Selatan. Jika berbicara bulutangkis, nama China patut di kedepankan karena keperkasaanya. Tetapi Korea Selatanpun mempunyai prestasi yang cukup baik terutama di nomor ganda putra. Tak heran jika pertemuan kedua negara dalam partai puncak layak di sebut sebagai The Real Final.

Perjalanan China ke partai Final terbilang mulus.Tim dari negeri tembok raksasa ini mampu melangkah ke babak final tanpa pernah kehilangan satu game pun. Semua lawan di babat hanya dalam dua game saja. Hal ini juga di lakukan oleh tim China yang berlaga di babak semifinal saat menghadapi tim Jepang. Tanpa ampun, tim Jepang di kalahkan 3-0 tanpa balas dan tanpa kehilangan satu game pun. Lin Dan yang senantiasa setia menjadi motor tim China selalu bisa membuka jalan bagi rekan satu timnya. Lin Dan yang pernah kalah satu kali dari Sho Sasaki pada Djarum Indonesia Open 2011 lalu sempat di persulit terutama  pada game pertama. Lin Dan harus bermain sampai deuce untuk menumbangkan pemain Jepang yang terkenal ulet ini dengan 23-21. Di game kedua Jalan kemenangan Lin Dan relatif agak mudah. Ia menang lebih cepat dengan 21-17.



Hal yang sama juga di alami ganda pertama China Cai Yun/Fu Haifeng saat menghadapi Shoji Sato/Naoki Kawamae. Tak mudah bagi ganda nomor satu dunia asal China ini untuk mengalahkan ganda Jepang berperingkat 6 dunia. Di game pertama pertarungan harus berakhir deuce 25-23 untuk kemenangan ganda China. Di game kedua meski ganda China menang dengan 21-18, tetapi butuh konsentrasi tinggi bagi mereka karena perolehan angka sangat ketat.

Chen Long yang bermain pada partai ketiga atau sebagai tunggal kedua, menjawab kepercayaan dengan kemenangan. Kenichi Tago asal Jepang mampu di perdaya dalam hitungan dua game saja. Butuh satu jam bagi Chen Long untuk menang dengan kedudukan akhir 21-13, 21-16. Dengan kemenangan di tiga partai awal, maka sisa dua partai lainnya tidak lagi dipertandingkan.



Perjalanan Korea Selatan menuju babak Final di nodai oleh kekalahan ganda nomor dua Korea Selatan. Beruntung di tiga partai lainnya Korea Selatan mampu unggul dari Denmark, sehingga Korea Selatan menang dengan 3-1.  Angka pembuka di peroleh dari tunggal pertama Korea Selatan Lee Hyun Il. Pemain dengan peringkat 7 dunia ini mampu mengalahkan pemain gaek Peter Hoeg Gade yang mempunyai peringkat lebih baik darinya. Peter, pemilik peringkat 4 dunia harus menerima kenyataan kalah dari tunggal terbaik Korea Selatan ini melalui pertandingan rubber game. Sempat menang di game pertama dengan 21-17, Peter harus merelakan kemenangan untuk tungal Korea Selatan. Di dua game tersisa Lee Hyun Il menang dengan 21-14, 21-10.

Korea Selatan harus berbagi  kedudukan 1-1 secara tim dengan Denmark ketika Mathias Boe/Carten Mogensen mencuri  kemenangan di partai kedua. Menghadapi Yoo Yeon Seong/Ko Sung Hyun, ganda Denmark yang memliki peringkat 3 dunia mampu menang relatif mudah dengan 21-10, 21-12.

Dua kemenangan yang di peroleh Korea Selatan di dua partai lanjutan pun tak mudah didapat. Semuanya harus berkesudahan dengan rubber game. Shon Wan Ho yang turun sebagai tunggal kedua Korea Selatan harus bermain rubber game sebelum akhirnya menang dari Jan O Jorgensen dengan 21-13, 14-21, 21-16. Hal serupa harus di jalani Lee Yong Dae yang kemarin berpasangan dengan Kim Sa Rang. Menghadapi Jonas Rasmussen/Joachim Fischer Nielsen, ganda korea butuh tiga game sebelum akhirnya menang dengan 11-21 21-19, 21-15.
China akan bertemu dengan Korea di partai final dan akan dimainkan pada hari minggu (27/5) pukul  14.00 waktu setempat.