
Memasuki hari pertama Seleksi Nasional PBSI 2026, tunggal putra PB Djarum, Radithya Bayu Wadhana langsung menghadapi laga yang cukup menantang. Dari dua laga yang dijalaninya hari ini, Selasa (3/2), Radithya dipaksa bermain rubber game terus.
Di laga pembuka grup A, Radithya berhadapan dengan Fathurachman (Sarwendah Badminton Club). Radithya sempat kehilangan game pertama, sebelum akhirnya membukukan kemenangan 18-21, 21-7, 21-15.
“Di game pertama saya kurang panas dan fokusnya juga belum maksimal. Poin kami sempat mepet di awal, tapi di poin tua akhirnya saya kalah karena kurang fokus,” kata Radhitya ditemui usai laganya di Majeh Arena Wadas, Karawang, Jawa Barat.
“Di game kedua saya mengatur fokusnya lagi dan berusaha untuk nggak gampang mati sendiri,” ucap Radithya lagi.
Di hari yang sama, Radithya menghadapi laga keduanya untuk grup A, dengan Izza Al-Faruq Aston Martin (Exist Badminton Club). Radithya lagi-lagi harus kehilangan game pembuka. Namun ia tak patah semangat dan berusaha membalikkan keadaan, hingga akhirnya menang di dua game berikutnya. Skor akhir yang berhasil diraih ialah 19-21, 21-11, 21-4 untuk Radithya.
“Saya garus lebih memperhatikan recovery saya, supaya bisa lebih fokus. Apalagi persaingan di sini cukup merata. Saya mau berusaha sampai juara di grup A,” kata Radithya.
Berbeda dengan Radithya, dua pemain PB Djarum, Yarits Al Kaaf Rengganingtyas dan Yudha Rendra Wijaya, berhasil menang dua game langsung. Yarits menang dari Fajar Shidiq Putra dengan 21-16, 21-18 di grup C. Sementara di grup D, Yudha mengalahkan Jevian Vinara dengan skor meyakinkan 21-13, 21-9.
Sayangnya, kenyataan pahit harus diterima Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi di babak penyisihan grup. Ia terpaksa harus mengubur harapannya di Seleknas kali ini, usai alami cedera di lapangan saat bertanding. Juara Kejurnas PBSI 2025 itu kalah dengan skor 18-21, 2-5 dari I Made Sthua Adi Wiguna (Gideon Badminton Academy).
“Hal ini tentu sangat kami sayangkan, sebab Habsyi saat ini sedang dalam performa terbaiknya. Tapi memang ini kenyataan yang harus diterima. Tadi saya bilang ke Habsyi untuk fokus ke pemulihan dulu. Masalah nanti ada chance masuk Pelatnas sekarang atau nanti, kalau memang sudah jalannya pasti akan masuk. Yang penting sekarang fokus untuk pulih dulu,” kata Koordinator Tunggal Putra PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw.
“Performa Habsyi menanjak sejak Popnas lalu ke Muria Cup. Memang hasilnya sempat turun di Sirnas Premier. Tapi dia nggak putus asa. Setelah Sirnas Premier, Habsyi fokus latihan mempersiapkan Kejurnas dan bisa perform,” ujar Holvy.
Lebih lanjut Holvy berharap, tiga tunggal putra yang masih bertanding, bisa main maksimal dan menunjukkan performa terbaiknya. (NFA)
