Mungkin bisa di bilang gerai terlaris pada saat babak final kejuaraan bulutangkis BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017 adalah gerai Face Painting (pengecetan wajah). Di lokasi yang terletak tepat di pintu masuk Plennary Hall, Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta ini memang pada hari Minggu (18/6) bergerombol para pecinta olah raga Bulutangkis yang ingin meramaikan laga final dengan cara mengecat wajahnya dengan berbagai macam bentuk dan warna. Namun umumnya pe
Li Junhui/Liu Yuchen berhasil mempersembahkan gelar kedua bagi Tiongkok. Ganda muda itu berhasil mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark pada Minggu (18/6) malam.
Ganda putri Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yifan berhasil menjadi yang terbaik di arena BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017. Berhadapan dengan Chang Ye Na/Lee So Hee, mereka berhasil menang dalam drama tiga game pada Minggu (18/6) sore.
Chan Peng Soon yang berhasil meraih medali perak Olimpiade 2016 bersama Goh Liu Ying datang ke arena BCA Indonesia Open Superseries Premier dengan pasangan baru. Ia menggandeng pebulutangkis berusia 21 tahun, Peck Yen Wei.
Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) kembali “menelan korban”. Arena BCA Indonesia Open Supersereis Premier 2017 ini memang menjadi angker. Bagaimana tidak, banyaknya unggulan berguguran dari babak awal menjadi tanda bahwa JCC tak mudah ditaklukan. Di nomor tunggal putra setelah Lin Dan terhenti di babak pertama, Lee Chong Wei dan Jan O Jorgensen di babak kedua, hari ini (16/6) giliran Chen Long yang harus angkat koper.
Gelar kedua berhasil dipetik Indonesia dari arena Thailand Grand Prix Gold 2017. Gelar ini dipersembahkan oleh Berry Angriawan/Hardianto pada Minggu (4/6) siang. Gelar ini pun menjadi gelar grand prix gold kedua bagi Berry/Hardianto setelah sebelumnya mereka berhasil menjadi juara di Malaysia Masters Grand Prix Gold 2017 lalu.
