Keberhasilan dua atlet PB Teuku Umar, Meulaboh, Aceh meraih beasiswa bulutangkis Djarum Foundation Bakti Olahraga di tahun 2016 lalu, seakan menjadi sepercik api yang menyalakan semangat anak-anak muda di Meulaboh. Tercatat tahun ini PB Teuku Umar memiliki kurang lebih 60 atlet yang berlatih setiap harinya.
Septi Mutia Harahap datang ke GOR Angkasa bersama dengan 459 atlet muda lainnya untuk mengikut rangkaian Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017. Sejak Sabtu (25/3) pagi, Septi sudah tiba, ia pun terlihat berbeda dengan atlet lain. Tak hanya mengenakan dan membawa peralatan lengkap bermain bulutangkis, Septi pun tak ketinggalan menyematkan bando pink di kepalanya.
Bernomor punggung 0162, Nami Insyirah hadir di GOR Angkasa untuk mengikuti rangkaian Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 pasa Sabtu (25/3) pagi. Atlet yang lahir 4 September 2007 ini mengaku ingin mewujudkan cita-citanya untuk menjadi pebulutangkis dunia.
Pertandingan di perempat final, Jumat (14/3) malam kembali mendapat kejutan. Kali ini, ganda putri Indonesia Rahmadhani Hastiyanti Putri/Vania Arianti Sukoco mengalahkan pasangan yang diunggulkan diposisi empat Putri Sari Dewi Citra/Jin Yujia asal Singapura dalam pertarungan rubber game.
Pasangan campuran besutan PB Djarum Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso lolos ke babak semifinal Vietnam International Challenge 2017. Pada laga perempat final, Jumat (24/3) malam, Andika/Mychelle mengalahkan pasangan Thailand Tinn Isriyanet/Pacharapun Chochuwong dengan dua game langsung.
Setelah sukses digelar di sembilan kota di tahun 2016 lalu, maka tahun ini Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis akan digelar di delapan kota di tanah air. Pekanbaru, Riau terpilih sebagai kota pertama pencarian atlet-atlet bulutangkis muda berbakat tahun ini.
