Harapan merah putih untuk bisa mencuri medali di Olimpidae Rio de Janeiro, Brasil di nomor tunggal putri harus hilang. Satu-satunya wakil merah putih, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari harus kandas di babak delapan besar yang digelar pada Selasa (15/8) malam waktu Indonesia.
Empat tahun lalu, Debby Susanto memang berada di arena Olimpiade 2012 yang digelar di London, Inggris, tetapi kala itu Debby “hanya” menjadi sparing partner tim Olimpiade Indonesia. Debby bersama Muhammad Rijal gagal meraih poin yang diperlukan agar bisa bertarung di pesta olahraga dunia empat tahunan itu.
Usai penyisihan grup, hasil undian ganda campuran bulutangkis di Olimpiade Rio de Janeiro memang tidak begitu menguntungkan bagi tim Indonesia. Di babak delapan besar ini, dua pasangan wakil merah putih sudah harus berjumpa. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhadapan dengan juniornya, Praveen Jordan/Debby Susanto.
Bulutangkis di Olimpiade mulai dipertandingkan sejak tahun 1992 silam. Indonesia kala itu sukses meraih dua medali emas melalui sabetan raket Alan Budikusumo dan Susy Susanti. Perak pun berhasil dibawa pulang kontingen bulutangkis tanah air melalui Ardy B Wiranata, Eddy Hartono/Rudy Gunawan, serta perunggu melalui Hermawan Susanto.
Riocentro Pavilion 4 semakin memanas. Berbagai kejutan terjadi di empat hari penyelenggaraan fase penyisihan grup Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini. Hasil undian ganda putri yang digelar pada Minggu (14/8) malam mempertemukan wakil Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari melawan Yu Yang/Tang Yuanting asal Tiongkok. Perjumpaan dua unggulan ini tak lepas dari Yu/Tang yang gagal menjadi juara grup D.
Indonesia masih harus kembali menanti lebih lama untuk bisa meraih medali tunggal putri di arena pesta olahraga terbesar dunia, Olimpiade. Wakil merah putih, Linda Wenifanetri harus terhenti di fase grup.
