Dua tunggal remaja putra PB Djarum, Yudha Rendra Wijaya dan Calvin Kennedy Chendrawinata sukses memastikan diri ke babak dua Kapolri Cup Badminton Championships 2024, Senin (22/7).
Mau tidak mau, suka tidak suka, sepertinya keikutsertaan cabang olahraga bulutangkis pada Olimpiade 2012 yang berlangsung di London, Inggris, menjadi yang terburuk bagi Indonesia. Sejak pertama kali resmi dipertandingkan pada Olimpiade, hanya di London cabang olahraga bulutangkis tidak bisa menyumbangkan satu keping medali. Padahal sukses kontingen Indonesia pada ajang multi event tidak lepas dengan keberhasilan cabang olahraga bulutangkis yang selalu mempersembahkan medali emas.
Seluruh kontingen Indonesia cabang olahraga bulutangkis yang akan mengikuti Olimpiade Paris 2024 dalam kondisi baik. Demikian informasi yang didapat dari Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Ricky Soebagja, melalui tim Humas dan Media PP PBSI disela-sela latihan conditioning dikawasan hotel tempat tim bulutangkis menginap saat menjalani training camp.
Empat atlet tunggal remaja putri PB Djarum berhasil melaju semua ke babak dua Kapolri Cup Badminton Championships 2024. Hasil ini dipastikan pada laga yang berlangsung pada Senin (22/7) di GOR Gelanggang Remaja Pulogadung, Jakarta Timur. Mereka pun kini bersiap untuk menghadapi lawan lain di babak berikutnya.
Sebanyak 88 wakil PB Djarum siap bertanding di Kapolri Cup Badminton Championships 2024. Turnamen ini berlangsung pada 22-27 Juli di dua arena, yaitu GOR UNJ Jakarta dan GOR Pulogadung, Jakarta Timur.
Ada yang menarik pada saat perhelatan Olimpiade Beijing 2008. Pebulutangkis putri Indonesia Maria Kristin Yulianti diluar dugaan berhasil mencuri satu keping medali ditengah gempuran pebulutangkis tuan rumah China seperti Xie Xing Fang, Zhang Ning dan Lu Lan. Maria Kristin, satu-satunya pebulutangkis putri Indonesia yang lolos mengikuti ajang empat tahunan di Beijing, China tampil luar biasa. Medali perunggu bisa ia persembahkan untuk merah putih.
