Hari pertama Blibli Indonesia Open 2018 sudah berakhir. Sektor ganda putri dipastikan akan mengamankan satu tiket perempat final setelah dua wakil merah putih berhasil mengantongi kemenangan di laga babak pertama yang digelar Selasa (3/7).
Indonesia dipastikan tanpa wakil di sektor tunggal putri pada babak kedua di kejuaraan HSBC BWF World Tour Super 750 Malaysia Open 2018. Kepastian itu diperoleh setelah laga pertama, Rabu (27/6) ke dua pemain Indonesia kandas dari pemain unggulan di kejuaraan ini.
Kejuaraan bulutangkis Malaysia Open 2018 yang akan berlangsung di Kuala Lumpur Malaysia, dari tanggal 26 Juni sampai 1 Juli 2018 akan terasa terjal bagi para pebulutangkis putri Indonesia. Bagaimana tidak, dua tunggal putri Indonesia yang bisa bertanding di kejuaraan berhadiah total US$ 700.000,- sudah harus bertemu dengan para pemain unggulan di babak pertama.
Berbicara dunia bulutangkis, publik seolah sudah tahu negara mana yang bakal menjadi kiblatnya. Tiongkok, sepertinya negara inilah yang patut menjadi topik pembicaraan. Sudah sejak lama negeri tirai bambu ini menjadi pusat perhatian. Tak hanya bagi para pemerhati dunia bulutangkis, para pemain bulutangkis pun seolah mengamini jika Tiongkok memang menjadi acuan, terutama di bagian putri.
Laga perang saudara pada partai puncak, Sabtu (12/5), akhirnya di menangi oleh pasangan Gity Gabriel Rambing/Sang Ayu Putu Kharisma Maharani. Berjumpa dengan rekannya, Berliona Alma Pradisa/Jovika Vandaria Ester Matiho bertempat di GOR Sudirman. Gity/Sang Ayu langsung menang dua game. Otomatis gelar juara ganda ramaja putri pun milik pasangan Gity/Sang Ayu.
Bicara soal mencari bakat, bukanlah hal sulit bagi salah satu juri Tim Pencari Bakat Audisi Umum Djarum Beasiswa bulutangkis 2018 di kota Manado ini. Juri kelahiran Ternante 1965 yang memiliki nama lengkap Richard Mainaky mengaku ini kali pertama ia berkontribusi langsung dalam pencarian pemain-pemain muda yang berbakat dengan PB Djarum.
Dorongan orang tua dan kemauan sendiri
