Ganda putri Indonesia harus rela tanpa wakilnya di partai final Thailand Masters 2017. Pasangan Rosyita Eka Putri Sari/Greysia Polii harus menelan pil pahit. Di semifinal, mereka terpaksa kalah dari tangan unggulan pertama, Chen Qingchen/Jia Yifan asal Tiongkok dengan dua game langsung di Nimibutur Stadium, Bangkok, Sabtu (10/2) sore.
Setelah Malaysia dan India menjadi tuan rumah turnamen berlevel grand prix gold di bulan Januari lalu, pekan ini giliran Thailand Masters 2017 akan digelar pada 7 Febuari hingga 12 Febuari nanti. Delapan pasangan ganda putri Indonesia pun bersaing berburu gelar di negeri berjuluk gajah putih ini. Total US$ 120 ribu akan berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok.
Para pebulutangkis putri Indonesia mulai menunjukkan grafik yang meningkat. Jika pada pekan lalu di kejuaraan Malaysia Masters 2017 prestasi terbaik hanya sebatas perempatfinalis, maka pada kejuaraan India Open Grand Prix Gold 2017 para Srikandi Merah Putih bisa melejit sampai final. Para pebulutangkis putri memanfaatkan celah ketidakhadiran para pemain bulutangkis dari negara macam China, Korea Selatan, Denmark, Thailand. Praktis saingan terkuat hanya datang dari Shindu PV asal India dan
Berakhir sudah gelaran Syed Modi International Badminton Championships 2017. Di partai puncak yang digelar Minggu (29/1), satu-satunya wakil Indonesia, Gregoria Mariska akhirnya harus puas menjadi runner up.
Indonesia akhirnya masih bisa memiliki asa untuk meraih gelar di Syed Modi International Badmiton Championships 2017. Adalah Gregoria Mariska yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia untuk berlaga di turnamen berlevel grand prix gold tersebut.
Indonesia berhasil mengirimkan tiga wakil tunggal putri ke semifinal Syed Modi International Badminton Championships 2017. Hanna Ramadini, Gregoria Mariska dan Fitriani sukses mengantongi kemenangan di laga perempat final pada Jumat (27/1).
Dorongan orang tua dan kemauan sendiri
