PB Djarum akhirnya harus kembali berada di posisi kedua. Kali ini diajang Prim-A Kejurnas PBSI 2014, PB Djarum harus mengakui keunggulan PB Jaya Raya Jakarta dengan 2-3. Di babak final yang digelar di GOR Bima, Cirebon, sempat unggul 2-0, klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah ini akhirnya harus kehilangan angka di tiga partai selanjutnya. Capaian ini menyamai prestasi mereka di Solo dua tahun lalu.
Pasangan remaja putra PB Djarum, Devan Riefky Reksadillano/Moehamat Febriansyah mengalahkan unggulan satu asal klub Chandra Wijaya, Raynald Tangguh H/Rizki Adam dengan dua game langsung, skor 21-18 dan 21-17 partai puncak di Gor Asia Afrika, Jakarta. Dengan kemenangan ini, Devan/Febrian berhasil menjadi juara Pertamina Open 2014.
Tunggal remaja putri unggulan ke tujuh asal klub PB Djarum, Siti Fadia Silya Ramadhanti menang mudah atas Kamila Putri asal Jakarta, ketika di laga kedua hari Senin sore (1/12) bertempat di Gor Asia Afrika, Jakarta. Siti Fadia pun akhirnya lolos ke babak tiga Pertamina Open 2014.
Partai pertama dalam pertandingan beregu memang menjadi salah satu poin paling krusial. Hal ini pun diakui oleh manajer tim Malaysia, Pang Cheh Chang yang menuturkan bahwa kemenangan Dionysius Hayom Rumbaka atas atletnya, Chong Wei Feng, menjadi salah satu faktor kekalahan telak mereka.
Ganda putra Indonesia U15 dan U17 asal klub PB Djarum berhasil meraih gelar juara Singapore Youth International 2014. Di final hari Minggu (23/11), mereka menaklukkan lawan-lawannya pada pertandingan yang berlangsung di Singapora Sports Hub, Singapura.
Pasangan putra Indonesia U15 asal klub PB Djarum, Haffiz Nur Adila/Rehan Naufal Kusharjanto merebut satu tiket ke babak semifinal Singapore Youth International 2014. Di laga perempat final, Jumat (21/11) pukul 16.30 waktu setempat. Haffiz/Rehan menang dua game atas pasangan Singapore
