Nama belakang atlet muda ini memang sudah tidak asing di telinga para pecinta bulutangkis, Kusharjanto. Ya, Rehan Naufal Kusharjanto adalah putra dari pebulutangkis legendaris tanah air, Tri Kusharjanto dan Sri Untari. Memiliki seorang ayah dan ibu yang merupakan pebulutangkis andalan tanah air, tampaknya tak mambuat Rehan ragu untuk menentukan pilihan saat sang ayah menawarkannya pilihan, bulutangkis atau sekolah.
Indonesia berhasil meraih satu gelar di Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2017. Adalah Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang berhasil menjadi kampiun di turnamen bergengsi atlet dibawah usia 19 tahun itu. Mereka memastikan gelar juara setelah berhasil mengalahkan wakil Korea, Sung Seung Na/Ah Yeong Seong dengan 21-19, 19-21 dan 21-9.
Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menjadi juara Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2017 bersama Rehan Naufal Kusharjanto. Atlet yang lahir di Bogor, 6 November 2000 ini mengaku sebenarnya sempat menolak menjadi pemain ganda.
Tahap screening di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Kota Surabaya sudah berakhir pada Sabtu (5/8) sore. Dari 562 peserta yang terdiri dari 441 peserta putra dan 121 peserta putri, akhirnya berhasil meloloskan sebanyak 192 peserta ke tahap turnamen. Angka ini terdiri dari 32 peserta putri U11, 32 peserta putri U13, sementara itu di nomor peserta terjaring masing-masing 64 peserta.
Dalam rangka memburu bibit-bibit pebulutangkis berbakat, PB Djarum mencari calon juara dunia baru di kampung halaman Tontowi Ahmad yang lahir dan besar di Kabupaten Banyumas. Dengan lokasi yang tak jauh dari Banyumas, maka Purwokerto kembali dipercaya menyelenggarakan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017.
Gelar juara yang dipersembahkan pasangan campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Ramadhanti di ajang Asia Junior Championships 2017, mendapat perhatian khusus dari sang pelatih ganda campuran Pelatnas Pratama, Nova Widianto.
